Skandal emisi gas buang terkuak, CEO Volkswagen mengundurkan diri

CEO VW, Martin Winterkorn minta maaf atas kasus kecurangan emisi gas buang.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Skandal emisi gas buang terkuak, CEO Volkswagen mengundurkan diri
pabrik volkswagen di jerman. ©REUTERS/Fabian Bimmer

Bulan September jadi momen buruk bagi Volkswagen (VW), sebab skandal emisi gas buang mobilnya akhirnya terkuak. Seminggu setelah perusahaan tersebut diketahui curang dalam uji emisi di Amerika Serikat, direksi perusahaan langsung menggelar pertemuan.

Dilansir dari CNN, CEO VW, Martin Winterkorn langsung mengundurkan diri dalam pertemuan ini. Keputusan ini cukup mengejutkan setelah perusahaan diperkirakan memanipulasi data emisi untuk 11 juta kendaraan di seluruh dunia.

Winterkorn sendiri mengaku tidak tahu ada kecurangan, dan dia meminta maaf dua kali atas kejadian ini. Namun demikian, perusahaan harus membayar USD 7,3 miliar untuk membersihkan skandal ini.

Volkswagen sendiri mengatakan akan segera menunjuk CEO baru dalam upaya pemulihan perusahaan. Banyak media yang menyebut, jabatan CEO VW akan diserahkan pada Matthias Mueller. Mathias sendiri saat ini menjabat sebagai bos Porsche yang merupakan bagian dari kelompok Volkswagen. Namun, Volkswagen masih belum mengomentari terkait hal ini.

Diberitakan sebelumnya, Skandal emisi gas buang VW ini diungkap Environmental Protection Agency (EPA) dan California Air Resources Board (CARB) di pekan ini. Dari laporan tersebut terungkap Volkswagen Amerika Serikat telah memasang piranti khusus untuk mengakali angka emisi gas buang agar lolos uji emisi menurut standar negara Amerika Serikat.

Menurut EPA, Audi dan mobil-mobil Volkswagen yang dipasarkan di AS ternyata memiliki kadar gas buang nitrogen oksida (NOx) hingga 40 kali dari batas legal di negara tersebut.

Dilansir Jalopnik (21/9), pihak VW Amerika Serikat sendiri tak menyangkal laporan ini dan melalui CEO Volkswagen Group of America, Michael Horn langsung meminta maaf secara terbuka kepada para penggunanya di ajang perilisan Volkswagen Passat 2016.

"Perusahaan kami telah tidak jujur, kini kami berantakan," ungkap Michael Horn, seperti dirilis Jalopnik.

Aksi tipu-tipu ini juga membuat VW terancam bakal terkena denda sanksi hingga USD 18 miliar. Angka tersebut merupakan akumulasi denda pelanggaran emisi gas buang di 482 ribu unit mobil yang telah dijual ke AS.

"Kami akan memperbaiki masalah (mesin) TDI ini. Kami akan meluruskan masalah ini. Kami akan membayar apa yang kami harus membayar." tambah Horn.

VW sendiri memang mengakui telah memasangkan piranti lunak pada mobil-mobil pengusung mesin diesel turbo berkapasitas 2.0 yang mereka pasarkan ke Amerika Serikat. Varian ini di antaranya adalah VW Beetle, Golf, Jetta, Passat, dan Audi A3.

Skandal kecurangan Volkswagen dalam uji emisi mobil di Amerika memberi dampak buruk pada Qatar. Negara kaya minyak tersebut mengalami kerugian hampir USD 5 miliar atau setara dengan Rp 73,2 triliun.

Qatar harus rela menelan kerugian karena memegang 17 persen saham perusahaan. Sedangkan, saham produsen otomotif asal Jerman itu sendiri anjlok hampir 20 persen akibat kasus yang sedang dihadapi.

Dilansir dari CNN, Qatar menempatkan dana yang cukup besar di Volkswagen. Penempatan dana di VW bagian investasi Qatar yang mencapai USD 256 miliar.

Kini, kasus yang menimpa Volkswagen telah menggerus hampir sepertiga nilai perusahaan secara keseluruhan yaitu sekitar USD 28,5 miliar.

Rekomendasi