Harga sejumlah bahan makanan masih mengalami kenaikan harga di awal 2022 ini. Beberapa di antaranya adalah ikan segar, telur ayam, minyak goreng, bumbu dapur seperti cabai, kemudian jenis tepung-tepungan.
Dilain sisi, sejumlah merchant penjualan makanan jadi gencar menebar promo untuk menarik pembeli. Promo yang diberikan beragam mulai dari gratis ongkos kirim hingga potongan harga makanan.
Lalu, di tengah kenaikan harga bahan pangan mana lebih untung memasak sendiri atau beli jadi?
Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini Sutikno menjelaskan, keuntungan dan kekurangan kedua hal ini. Menurutnya, pilihan memasak makanan sebenarnya bukan terletak pada harga tetapi lebih kepada waktu dan tenaga yang diperlukan.
Memasak, membutuhkan tenaga dan waktu yang cukup agar bahan baku bisa menjadi makanan jadi. Ini salah satu kelemahan memasak sendiri. Belum lagi direpotkan dalam pembelian bahan bahan ke pusat perbelanjaan.
Sementara itu, makanan siap saji cenderung lebih efisien. Konsumen cukup duduk santai mencari makanan apa yang diinginkan serta menyesuaikan dengan harga makanan dan promo yang tersedia.
"Kalau kita fokusnya pada harga murah, di mana banyak merchant tebar promo dibandingkan masak sendiri, lebih murah beli ya," katanya kepada merdeka.com, Jakarta, Kamis (6/1).
Mike melanjutkan, kekurangan lain dari memasak sendiri adalah tidak semua orang memiliki keterampilan dalam memasak. Sementara kelebihannya adalah konsumen dapat menentukan makanan yang akan dimasak, serta mendapat lebih banyak item saat berbelanja.
"Masalah kuantitas dengan harga yang sama kalau beli mentah jauh lebih banyak. Cuma yang harus kita sisihkan waktu dan tenaga melalui proses memasak agar makanan dari pasar ada di meja makan," katanya.
Advertisement
Mike menjelaskan, merchant makanan siap saji tidak selalu memberikan promo. Promo diberikan tergantung momentum. Sehingga tanpa adanya promo dan gratis ongkos kirim beli makanan jadi cenderung lebih mahal.
"Promo dan gratis ongkir diberikan untuk momen tertentu, dalam rangka meningkatkan penjualan sehingga ada promo. Tetapi ini diputer tidak selalu sama di setiap waktu. Kalau ada terus bisa rugi," katanya.
Kekurangan membeli makanan lainnya adalah, kualitas dan higienitas makanan yang dibeli. Penjual tidak selalu menggunakan bahan makanan yang berkualitas dan menjaga kebersihan saat menyajikan makanan.
"Kualitas, misalnya terkait daging digunakan promo itu kita tidak tahu apakah masih segar atau sudah dibekukan. Lalu termasuk higienitas dan nilai kesehatannya," tandasnya.