PT Surveyor Indonesia (PT SI) membangun laboratorium terpadu di kawasan Sentul, Jawa Barat. Pembangunan ini diharapkan mampu menunjang kinerja perusahaan di masa yang akan datang.
Direktur Utama PT SI, M. Arif Zainuddin mengatakan, untuk pengadaan laboratorium tersebut, pihaknya mengalokasikan dana sebesar Rp 53,7 miliar. Anggaran tersebut nantinya mencakup pengadaan lahan, bangunan dan mesin-mesin.
"Investasi laboratorium terpadu yang sudah pasti sekitar Rp 45 miliar untuk mesin dan peralatan di luar tanah dan bangunan. Tapi jika termasuk tanah dan bangunan total Rp 53,7 miliar," ujar Arif di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (7/11).
Arif mengatakan, beberapa laboratorium yang akan dibangun di kawasan tersebut antara lain laboratorium pelumas, laboratorium ban dan velg, laboratorium emas, laboratorium lingkungan dan laboratorium baja. Pengadaan gedung secara keseluruhan diprediksi selesai akhir tahun.
"Ini akan jadi laboratorium terpadu, yang lain tersebar sesuai permintaan. Sekarang gedung baru kita bangun dan mesin dalam proses pengadaan. Kita harapkan bisa selesai akhir tahun, sehingga tahun depan bisa digunakan," jelasnya.
Namun demikian dari beberapa laboratorium tersebut, nantinya yang akan beroperasi tahun 2018 adalah laboratorium pelumas, emas dan lingkungan. Sementara untuk yang lain, masih membutuhkan standar dan akreditasi tertentu.
"Yang pasti siap operasi pelumas, emas, lingkungan. Kalau velg dan baja ini di tahun depan pelaksanaan investasinya karena untuk itu harus ada standar dan harus ada akreditasinya dulu. Itu butuh waktu panjang kira kira 2019," tandasnya.