DKI Jakarta, tahun ini, menjadi salah satu kota tidak teraman di dunia. Berdasarkan data The Economist's 2017 Safe Cities Index, peringkat Jakarta merosot 13 posisi menjadi di 57.Dikutip dari laman Economist, Senin (16/10), peringkat Jakarta di posisi 57 tahun ini dengan nilai rata-rata 53,39. Merosotnya peringkat Jakarta utamanya dikarenakan turunnya nilai keamanan bidang kesehatan dan digital.Hal menarik dari data tahun ini ialah peringkat DKI Jakarta jauh tertinggal dari negara tetangga, Malaysia di semua aspek penilaian. Di mana, pada keamanan digital, Kuala Lumpur menempati peringkat 30 sementara Jakarta 60.Pada aspek keamanan untuk pelayanan kesehatan, Kuala Lumpur menempati peringkat 36 sementara Jakarta di 56. Pada ketersediaan infrastruktur, Kuala Lumpur berada di peringkat 35 sementara Jakarta di 49.Pada aspek keamanan individu, Kuala Lumpur berada di peringkat 24 sementara Jakarta di 51. Keamanan aspek ini termasuk di dalamnya kejadian kejahatan, teroris, dan lain sebagainya.Sedangkan, pada tahun ini, kota teraman di dunia ditempati oleh Tokyo, Jepang. Diikuti berturut-turut di bawahnya ialah Singapura, Osaka, Toronto, Melbourne, Amsterdam, Sydney, Stockholm, Hong Kong, Zurich, dan Frankfurt.
PR Anies-Sandi, DKI masuk kota tak teraman dunia kalah dari Kuala Lumpur
DKI Jakarta, tahun ini, menjadi salah satu kota tidak teraman di dunia. Berdasarkan data The Economist's 2017 Safe Cities Index, peringkat Jakarta merosot 13 posisi menjadi di 57. Merosotnya peringkat Jakarta utamanya dikarenakan turunnya nilai keamanan bidang kesehatan dan digital.
Rekomendasi