Perpanjangan Masa Eksplorasi Repsol di Andaman III Tunggu Rekomendasi BPMA

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menerima kunjungan perusahaan migas asal Spanyol, Repsol. Pertemuan tersebut membahas perkembangan proyek hulu minyak dan gas bumi (migas) yang digarap Repsol, yakni Andaman III dan Saka Kemang.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Perpanjangan Masa Eksplorasi Repsol di Andaman III Tunggu Rekomendasi BPMA
Dirjen Migas Djoko Siswanto. ©2018 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menerima kunjungan perusahaan migas asal Spanyol, Repsol. Pertemuan tersebut membahas perkembangan proyek hulu minyak dan gas bumi (migas) yang digarap Repsol, yakni Andaman III dan Saka Kemang.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, instansinya masih menunggu rekomendasi dari Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), ‎untuk perpanjangan masa eksplorasi Repsol pada proyek Andaman III.

‎"Tinggal nunggu rekomendasi dari BPMA untuk extension. Masih rapatnya 1-2 hari ini kita nunggu," kata Djoko, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (4/11).

Djoko melanjutkan, pembahasan proyek Repsol berikutnya adalah mengenai Blok Saka Kemang, saat ini proyek tersebut belum mendapat persetujuan rencana pengembangannya (Plan Off Development/POD).

Blok migas ini memiliki potensi cadangan gas 2 Triliun Cubic Feet (TCF), namun dalam POD Repsol mengajukan cadangan 1 TCF. Menurut Djoko, saat ini proses sertifikasi cadangan masih dalam proses oleh Lemigas.

Andaman III merupakan blok eksplorasi yang dimenangkan Talisman pada lelang wilayah kerja 2009, kontrak bagi hasil blok ini ditandatangani pada 11 September 2009 dan berlaku selama 30 tahun atau sampai 2039.

Kemudian pada 2015 Talisman diakuisisi Repsol, dengan begitu‎ blok yang memiliki potensi cadangan migas sekitar 1,5 miliar barel setara minyak ini masih dioperatori perusahaan migas asal Spanyol sampai saat ini.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi