Penyaluran Kredit Bank Mandiri Naik 3 Persen jadi Rp873 Triliun di Kuartal III-2020

Adapun penyaluran kredit produktif perseroan tumbuh sebesar 3,88 persen (yoy) menjadi Rp616,37 triliun di September 2020. Terdiri atas kredit modal kerja sebesar Rp314,82 triliun dan kredit investasi sebesar Rp301,55 triliun.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Penyaluran Kredit Bank Mandiri Naik 3 Persen jadi Rp873 Triliun di Kuartal III-2020
Bank Mandiri. ©Istimewa

PT Bank Mandiri mencatatkan penyaluran kredit secara konsolidasi sebesar Rp873,73 triliun di kuartal III-2020. Angka ini tercatat naik 3,79 persen dibanding periode sama tahun lalu. Penyaluran kredit terus digenjot untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi Indonesia yang terdampak pandemi covid-19.

"Total kredit secara konsolidasi tumbuh 3,79 persen (yoy/year on year) mencapai Rp873,7 triliun. dan kualitas kredit terjaga dengan Non Performing Loan (NPL) Gross 3,33 persen," kata Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi dalam Paparan Kinerja Bank Mandiri Triwulan III - 2020, Senin (26/10).

Adapun penyaluran kredit produktif perseroan tumbuh sebesar 3,88 persen (yoy) menjadi Rp616,37 triliun di September 2020. Terdiri atas kredit modal kerja sebesar Rp314,82 triliun dan kredit investasi sebesar Rp301,55 triliun. Diharapkan penyaluran kredit produktif ini dapat membantu menggerakkan perekonomian di tengah wabah pandemi covid-19.

Untuk penyaluran kredit ke segmen wholesale, masih menjadi motor pembiayaan perseroan dengan komposisi sebesar 65,3 persen atau Rp492,63 triliun. Nilai tersebut tumbuh 9,73 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Adapun pembiayaan ke sektor usaha mikro, menjadi kontributor lainnya, dengan mencatat pertumbuhan sebesar 13,03 persen secara tahunan menjadi Rp49,07 triliun.

Fokus Penyaluran Kredit

Darmawan mengungkapkan, saat ini salah satu fokus penyaluran kredit perseroan adalah membantu para pelaku usaha terdampak covid-19, khususnya pelaku UMKM, untuk mengembalikan usaha yang sempat menurun akibat pandemi Covid-19.

"Kami berharap inisiatif ini dapat ikut mengembalikan optimisme dan memulihkan denyut nadi perekonomian Indonesia yang terdampak pandemi covid-19," tutupnya.

Reporter: Pipit Ika Ramdhani

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi