Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melakukan pertemuan dengan duta besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Zuhair Al-Shun. Pertemuan tersebut membahas kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Palestina terkait kebijakan bebas bea masuk impor atau zero tarif untuk komoditas yang masuk dari Palestina ke Indonesia maupun sebaliknya.
Mendag Enggar mengungkapkan kerjasama tersebut merupakan bentuk dukungan ekonomi dari pemerintah Indonesia untuk Palestina. Untuk tahap awal, komoditas yang masuk dari Palestina ke Indonesia adalah kurma dan minyak zaitun (olive oil).
"Tapi pada dasarnya kami membuka pintu untuk seluruh produk palestina zero tarif," ujar Mendag Enggar, di Kantornya, Jakarta, Rabu (23/5).
Dengan adanya skema kerjasama zero tarif tersebut, nantinya warga Palestina bisa menikmati barang impor dari Indonesia dengan harga yang jauh lebih murah. "Kita akan menanyakan, jadwalnya Juni ini kedua tim sudah masuk dalam ngomongin soal perjanjian. Di tahun ini diharapkan sudah bisa melakukan kerjasama."
Dia menjelaskan pihaknya telah menandatangani MoU tersebut dengan Menteri Ekonomi Palestina, Abeer Odeh di sela-sela acara World Trade Organization (WTO) beberapa bulan yang lalu. "Kami membahas mengenai implementasi perjanjian yang telah ditandatangani dengan Menteri Ekonomi Palestina dan Indonesia kemarin di Buenos Aires," katanya.
Selanjutnya, Mendag Enggar menyatakan bahwa pihaknya telah meminta daftar komoditas apa yang dimiliki Palestina yang bisa diekspor ke Indonesia. Serta sebaliknya, komoditas apa saja yang dibutuhkan Palestina untuk diimpor dari Indonesia.