Pemerintah sebut butuh kesabaran putuskan pengembangan Blok Masela

Alasannya, Blok Masela ini merupakan proyek gas terbesar di dunia.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Pemerintah sebut butuh kesabaran putuskan pengembangan Blok Masela
Pemerintah sebut butuh kesabaran putuskan pengembangan Blok Masela

Pro dan kontra pembangunan Kilang Gas atau Blok Abadi Masela di Maluku terus bergulir. Kontroversi pembangunan ini juga terjadi di internal kabinet kerja Joko Widodo, di mana Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menginginkan pembangunan Blok Masela di darat sementara Menteri ESDM Sudirman Said malah sebaliknya.

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung mengatakan pembangunan Blok Masela ini merupakan proyek gas terbesar di dunia. Untuk itu, dibutuhkan kesabaran untuk mencapai keputusan yang tepat.

"Ini akan jadi proyek gas terbesar d dunia, dan untuk itu memang perlu kesabaran untuk memutuskan. Karena keputusannya tidak boleh salah," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (1/2).

Dalam rapat terbatas yang digelar hari ini, perdebatan begitu alot karena adanya perbedaan. Dengan perbedaan ini, kata Pramono tentunya memperkaya presiden dalam mengambil keputusan.

"Dan presiden sangat happy dengan apa yang terjadi," ujarnya.

Pramono enggan merinci perbedaan apa saja yang terjadi dalam rapat terbatas. Dia hanya menegaskan, perbedaan di dalam kabinet kerja tidak menjadi persoalan, hanya jangan sampai perbedaan tersebut berlanjut hingga ke luar.

"Jadi di rapat terbatas ini memang ada perbedaan dan sangat meriah, dan beliau menyampaikan bahwa rapat seperti ini beliau memberikan penghormatan, tetapi jangan presiden sudah memutuskan masih ada yang berbicara di luar terhadap keputusan yang sudah diambil oleh presiden," pungkas dia.

Rekomendasi