Pemerintah Prediksi 190 Juta Wisatawan Lokal Liburan di Indonesia Selama 2021

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) memprediksi akan ada 190 juta wisatawan nusantara yang berwisata di berbagai destinasi lokal pada 2021. Kunjungan wisatawan nusantara mulai menggeliat kembali setelah mulai diberlakukannya pelonggaran PSBB oleh pemerintah.

Rifa Yusya Adilah
Oleh Rifa Yusya Adilah - Reporter
Pemerintah Prediksi 190 Juta Wisatawan Lokal Liburan di Indonesia Selama 2021
Labuan Bajo. ©2018 Merdeka.com

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) memprediksi akan ada 190 juta wisatawan nusantara yang berwisata di berbagai destinasi lokal pada 2021. Kunjungan wisatawan nusantara mulai menggeliat kembali setelah mulai diberlakukannya pelonggaran PSBB oleh pemerintah.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Harisusanto Sungkari, optimistis dengan target yang ditetapkan itu. "Sebelum pandemi Covid-19, jumlah wisatawan Nusantara tahun 2020 diprediksi 310 juta, namun karena pandemi jadi hanya sekitar 120 sampai 140 juta. Namun di 2021 diprediksi akan naik lagi menjadi 190 juta," kata Harisusanto Sungkari di acara MarkPlus Conference 2021, Kamis (10/12)

Dia melanjutkan, para wisatawan saat ini mengutamakan rasa aman selama berwisata. Itulah sebabnya para wisatawan memilih untuk berlibur di negara sendiri, bahkan di kota sendiri dan muncul lah istilah staycation atau menginap di hotel/ penginapan di dalam kota.

"Memang bounce back wisatawan Nusantara akan lebih cepat karena masyarakat lebih memilih berwisata di destinasi lokal saja dibanding harus ke luar negeri bahkan memilih penginapan tidak jauh dari rumah," ujar Harisusanto.

Staycation jadi Pilihan Liburan Selama Pandemi

Harisusanto menambahkan, alasan lain yang membuat masyarakat lebih memilih untuk staycation yaitu karena budget liburan yang terbatas. Sebab, perekonomian sebagian besar rakyat Indonesia terdampak pandemi. Naiknya tren staycation ini terlihat dari survei yang dilakukan oleh Traveloka.

VP of Market Management and Accomodation Traveloka Indonesia John Safenson menyampaikan, berdasarkan survei tersebut, destinasi terjauh yang dipilih warga Jakarta yaitu Puncak.

"Sekitar 80 persen responden survei memilih destinasi lokal. Paling tinggi sasaran destinasi mereka masih di dalam kota. Seperti warga Jakarta, destinasi yang dituju sekitar Jabodetabek. Paling jauh Puncak," kata John Safenson.

John melanjutkan, survei tersebut juga menunjukkan, warga lebih memilih untuk berwisata dengan kendaraan pribadi dan hanya bersama anggota keluarga mereka.

"Karena berkumpul sama keluarga, menginap di villa jadi pilihan utama dibanding di hotel. Berdasarkan survei, lebih dari 50 persen responden peduli dengan protokol kesehatan di tempat menginap," ujarnya.

Angka Wisatawan Diprediksi Kembali Normal di 2022

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores, Shana Fatina memprediksi, jumlah wisatawan akan kembali normal di 2022, bukan 2021. Terutama untuk wisatawan mancanegara.

"Kita harus realistis, menurut Pak Harisusanto pun, jumlah wisatawan asing yang ke Indonesia akan mulai bertahap normal baru di tahun 2024," kata Shana.

Oleh sebab itu, untuk mencapai target jumlah wisatawan, Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores mulai memperbaiki dan menambah berbagai fasilitas umum. Misalnya, pelabuhan peti kemas sudah dipindahkan. Tidak jadi satu lagi dengan pelabuhan khusus wisatawan.

"Kami juga bangun trotoar yang ukurannya jauh lebih besar dari jalan raya. Lalu kami sedang membangun waterfront terbesar se-Asia Tenggara. Jadi ketika wisatawan kembali lagi, Labuan Bajo jauh lebih siap dan tertata," tutupnya.

 

Rekomendasi