Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah butuh Rp 273 T genjot penggunaan gas di dalam negeri

Pemerintah butuh Rp 273 T genjot penggunaan gas di dalam negeri Busway SPBG. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membutuhkan dana investasi sekitar USD 20 miliar atau setara Rp 273,2 triliun dalam 15 tahun untuk membangun infrastruktur gas demi menjaga ketahanan energi nasional. Dana sebesar USD 20 miliar tersebut diperuntukkan untuk pembangunan pipanisasi sebesar USD 8,5 miliar dan regasifikasi sebesar USD 8 miliar. Kemudian, pembangunan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) sebesar USD 1 miliar dan pembangunan gas kota sebesar USD 2,5 miliar.

"Membangun infrastruktur ini butuh investasi besar, jadi seluruh pemangku kepentingan harus terlibat," kata Direktur Jenderal Migas IGN Wiratmaja Puja saat membuka Sarasehan Stakeholder Gas Bumi Nasional seperti dilansir dari Antara di Kuta, Bali, Senin (2/11).

Wiratmaja mengatakan Indonesia memiliki potensi gas bumi yang luar biasa besar. Namun, minimnya infrastruktur membuat gas sulit didistribusikan ke seluruh pelosok Indonesia dan tidak termanfaatkan secara maksimal.

Oleh karena itu, pemerintah mendorong adalah perubahan paradigma di mana tidak hanya mengandalkan gas untuk mendulang pendapatan, tetapi memanfaatkan gas untuk pertumbuhan ekonomi, khususnya pembangunan daerah. Dia menambahkan pemerintah juga telah menyusun peta jalan infrastruktur gas nasional. Sayangnya, realisasinya masih sangat minim dan masih terpusat di wilayah barat Indonesia.

"Perlu dipertajam (kebijakannya) supaya infrastrukturnya lengkap di barat dan timur," ujarnya.

Dia mengatakan, dibutuhkan solusi atas tantangan yang ada seperti pembangunan infrastruktur, peluang gas untuk pemenuhan kebutuhan listrik, harga, hingga pengelolaan di sektor hilir.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP