Pemerintah Bangun 9 Bendungan Tahun ini, Telan Biaya Rp 21 Triliun

Adapun bendungan tersebut antara lain Bendungan Mbay Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bendungan Jenelata Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan, dan Bendungan Pelosika Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. Kemudian Bendungan Jragung Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Pemerintah Bangun 9 Bendungan Tahun ini, Telan Biaya Rp 21 Triliun
Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi bahas soal bendungan. ©2019 Liputan6.com

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun 9 bendungan pada tahun ini. Dua dari sembilan bendungan tersebut akan berada di wilayah Sulawesi.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Hari Suprayogi, mengatakan 9 bandungan tersebut akan menelan biaya kebutuhan investasi sekitar Rp 21 triliun.

"Kebutuhan investasi ini kira-kira Rp 21 triliun untuk 9 bendungan. Dengan skema multiyear selama 4 atau 5 tahun. Tahun 2024 atau 2023-lah itu bisa diselesaikan," ujarnya di Kementerian PUPR, Rabu (30/1).

Adapun bendungan tersebut antara lain Bendungan Mbay Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bendungan Jenelata Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan, dan Bendungan Pelosika Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara.

"Kemudian Bendungan Jragung Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah, Bendungan Riam Kiwa Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan, Bendungan Tiro Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Bendungan Budong-Budong Provinsi Sulawesi Barat, Bendungan Ameroro Provinsi Sulawesi Tenggara, Bendungan Tiu Suntuk Provinsi Nusa Tenggara Barat," jelasnya.

Sebagai informasi, untuk mendukung ketahanan pangan dan air sebagai Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kementerian PUPR pada periode 2015-2019 membangun 65 bendungan. Itu terdiri dari 15 bendungan yang telah selesai, 41 bendungan ongoing, dan 9 bendungan sesuai tahun anggaran (TA) 2019.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6

Halaman
Rekomendasi