OJK: Dampak Negatif Covid-19 ke Perekonomian Belum Bisa Hilang dalam Waktu Dekat
Merdeka.com - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Heru Kristiyana memprediksi dampak negatif pandemi Covid-19 terhadap perekonomian belum bisa hilang dalam waktu dekat. Apalagi, kasus harian positif Covid-19 sempat melonjak tajam dalam beberapa waktu lalu akibat varian delta yang lebih menular.
"Dan ini tentu cukup memukul kinerja sektor riil, termasuk debitur yang direstrukturisasi akibat Covid-19. Ini menunjukkan dampak Covid-19 terhadap ekonomi belum akan selesai dalam waktu dekat," tegasnya dalam sebuah seminar di Jakarta, Selasa (7/9).
Dia menjelaskan, tanda-tanda masih kuatnya tekanan akibat pandemi Covid-19 terhadap perekonomian nasional ini tercermin dari kembali diterapkannya kebijakan pembatasan sosial oleh pemerintah. Yakni PPKM Jawa-Bali.
Sebab, imbas dari pemberlakuan PPKM itu sedikit banyaknya turut mengganggu proses pemulihan ekonomi nasional. Menyusul, adanya sejumlah penyesuaian dalam berbagai aktivitas sosial maupun ekonomi untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 varian delta yang mudah menular.
"Dan saya sudah cermati beberapa bulan dari PPKM, ini tentu cukup memukul kinerja sektor riil," terangnya.
Maka dari itu, OJK selaku regulator berkomitmen untuk terus membantu perbankan dan nasabah dalam menjaga kelangsungan bisnisnya. Di antaranya dengan memperpanjang relaksasi restrukturisasi kredit hingga 31 Maret 2023 mendatang.
"Kita ingin jaga momentum perbaikan kinerja debitur restrukturisasi Covid-19 dan menjaga stabilitas kinerja perbankan yang masih cukup baik di tengah pandemi Covid-19," tandasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya