Menperin sebut insentif pajak super deductible tax sudah disetujui

Insentif pajak itu diberikan dalam upaya mengakselerasi peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam menyongsong revolusi industri keempat.

Rohimat Nurbaya
Oleh Rohimat Nurbaya - Reporter
Menperin sebut insentif pajak super deductible tax sudah disetujui
Airlangga Hartarto. ©2018 Merdeka.com

Menteri Perindustrian mengusulkan fasilitas super deductible tax atau pemotongan pajak, diberikan kepada industri yang akan melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta membangun penelitian dan pengembangan (litbang) dalam revolusi industri 4.0.

Insentif pajak itu diberikan dalam upaya mengakselerasi peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam menyongsong revolusi industri keempat. Atau Making Indonesia 4.0, karena untuk beralih ke industri digital butuh re-skilling, agar masyarakat Indonesia bisa berkompetisi.

Dengan super deductible tax ini, pemerintah memberikan wewenang kepada perusahaan untuk menentukan sebuah biaya kegiatan lebih tinggi daripada seharusnya, sehingga mereka dapat menikmati pajak yang lebih rendah daripada seharusnya.

"Jadi, misalnya kalau ada industri yang investasi di bidang vokasi sebesar Rp1 juta, dia akan mendapatkan fasilitas 200 persen, sehingga Rp2 juta dipotong pajaknya," kata Airlangga saat menjadi pembicara di kuliah umum Para Syndicate di Jakarta Selatan, Selasa (26/4).

Sementara, untuk industri yang akan melakukan kegiatan litbang akan mendapatkan fasilitas 300 persen. Jadi, apabila ada industri yang melakukan litbang keluar biaya Rp1 miliar, mereka mendapat fasilitas 300 persen atau Rp3 miliar.

Aturan soal insentif pajak ini sudah dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan Peraturan Pemerintah (PP). "Ini (super deductible tax) sudah dibahas di Menko, dan Menkeu, itu sudah disetujui," ucap Airlangga.

Kata dia, saat ini tinggal menunggu hasil research and development (RND) atau balitbang. Pemerintah sedang melakukan tahap finalisasi soal definisi RND tersebut. "Kalau definisinya sudah selesai tentunya ini bisa cepat diluncurkan. Ini bersamaan dengan single submission. Rencananya Mei," ucap dia.

Selain itu, untuk menghadapi revolusi industri 4.0 ini, pemerintah terus mendorong pendirian politeknik dan vokasi. "Sekarang di berbagai daerah industri akan dibangun politeknik," kata dia.

Lihat foto lainnya di bawah.

Rekomendasi