Menko Luhut sebut Indonesia krisis insinyur, lebih banyak politikus

Indonesia, menurut Menko Luhut, saat ini butuh banyak insinyur untuk mempercepat pertumbuhan infrastruktur.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Menko Luhut sebut Indonesia krisis insinyur, lebih banyak politikus
Menko Polhukam kunjungi kantor KLN. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, Indonesia saat ini butuh banyak insinyur untuk mempercepat pertumbuhan infrastruktur, khususnya di bidang ketahanan energi. Menurutnya, saat ini Indonesia justru disesaki ahli politik, yang pada akhirnya justru banyak yang ingin menjadi politisi.Hal itu disampaikan Luhut di hadapan ratusan mahasiswa dan alumni Universitas Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam Seminar Nasional Meningkatkan Ketahanan Energi Indonesia melalui Optimalisasi Sumber Daya Alam, di Aula Timur, Kampus ITB Bandung, Sabtu (13/8)."Kita kebanyakan ilmu sosial, ahlinya ahli politik. Insinyur kurang. Makannya banyak yang ingin jadi politikus," kata Menko Luhut. Maka dari itu, dia mendorong ITB untuk terus menciptakan insinyur-insinyur berkualitas. ITB sebagai kampus teknik pertama di Indonesia harus terus berkontribusi pada bangsa yang mampu menghasilkan sumber daya manusia (SDM) berkompetensi.Salah satu yang dilakukan adalah mendorong ITB masuk dalam 25 top universitas Internasional. Selain itu dia juga ingin ITB ekspansi kelas di luar Bandung untuk menggenjot jumlah mahasiswa calon insinyur tersebut."Bikinlah ITB mini, mungkin di luar Bandung. Itu saya kira akan membantu masalah bonus demografi kita. Akreditasi ITB ini kita malu dong internasional saja enggak ada," terangnya.Indonesia sendiri saat ini di bawah kementeriannya membutuhkan paling tidak 120.000 insinyur dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Rekomendasi