Menkes: Indonesia Tidak Perlu Investasi Bangun RS Baru untuk Covid-19

Menurut Budi, rumah sakit yang ada di Indonesia saat ini memiliki kapasitas tempat tidur yang cukup untuk penanganan pasien Covid-19. Namun, alokasinya belum optimal.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Menkes: Indonesia Tidak Perlu Investasi Bangun RS Baru untuk Covid-19
ilustrasi rumah sakit. Shutterstock/sfam_photo

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Indonesia tidak perlu berinvestasi membangun Rumah Sakit (RS) baru untuk pasien Covid-19. Pasalnya, rumah sakit yang ada saat ini bisa menampung lebih banyak pasien Covid-19.

Menurut Budi, rumah sakit yang ada di Indonesia saat ini memiliki kapasitas tempat tidur yang cukup untuk penanganan pasien Covid-19. Namun, alokasinya belum optimal.

"Sebenarnya tidak usah investasi membuat rumah sakit baru, yang penting bagaimana kita menata kelola rumah sakit yang ada untuk bisa menampung pasien Covid-19 lebih banyak terlebih dahulu," jelas Budi dalam Rakor BLU 2021: BLU Berstrategi Pulihkan Ekonomi pada Jumat (19/3).

Di rumah sakit Badan Layanan Umum(BLU) Kemenkes, misalnya kata Budi, memiliki kapasitas 15.000 tempat tidur. Namun, ketika dia mulai menjabat sebagai Menkes, yang baru dialokasikan untuk Covid-19 saat itu hanya 10 persen atau sekitar 1.500.

"Yasudah kita naikkan saja menjadi 30 persen, itu bisa menambah sekitar 4.000 tempat tidur," sambungnya.

Oleh sebab itu, Budi menilai Indonesia tidak perlu tergesa untuk mendirikan rumah sakit baru. Selain karena kapasitas tempat tidur yang dinilai masih mencukupi, seiring waktu dia meyakini kasus Covid-19 akan terus menurun.

"Saat ini sedang banyak-banyaknya, kalau nanti sudah turun kita kembalikan untuk merawat pasien lain. Jadi tidak usah terburu membangun rumah sakit baru," jelasnya.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi