Mantan Stafsus SBY: Tak tepat tutup aplikasi transportasi online

Solusi dari permasalahan ini ialah dibutuhkan gerak cepat pemerintah dalam membuat landasan hukum.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Mantan Stafsus SBY: Tak tepat tutup aplikasi transportasi online
Firmanzah. ©2015 merdeka.com/pramirvan datu

Munculnya transportasi berbasis aplikasi daring (online) menimbulkan persaingan dengan pihak konvensional. Pihak yang kalah pada akhirnya memprotes karena merasa dirugikan.Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Paramadina Firmanzah menyatakan tidak tepat jika pemerintah mengamini permintaan penutupan aplikasi transportasi daring. Sebab, penutupan juga harus didasari dengan alasan yang tepat."Saya rasa kalau ditutup bukan solusi yang tepat," imbuhnya di Bumbu Desa Cikini, Jakarta, Selasa (22/3).Mantan staf khusus bidang ekonomi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mengatakan solusi dari permasalahan ini ialah dibutuhkan gerak cepat pemerintah dalam membuat landasan hukum."Kemenhub Kemenkominfo harus duduk bersama bagaimana mengatur ini. Karena yang di atas juga harus melihat dari UU terkait transportasi publik. Ini konflik antar penyelenggara jasa transportasi. Konfliknya bukan hanya industrial tapi sudah konflik destruktif," kata Firman.Firman berharap pemerintah bisa segera mengeluarkan regulasi mengenai transportasi online sesegera mungkin. Mengingat pemerintah akan segera menetapkan roadmap mengenai e-commerce."Yang penting tata aturan regulasi. Regulasi harus diterbitkan sebelum roadmap diketok. Regulasi itu harus mencerminkan roadmap," tutup Firman.

Rekomendasi