Salah satu maskapai terbesar di Eropa, Lufthansa menghentikan penerbangan ke Venezuela. Hal ini menjadi indikasi bahwa krisis ekonomi di negara tersebut semakin parah.
Seperti dilansir dari CNN Money, maskapai penerbangan ini telah mengeluarkan pengumuman kemarin, bahwa mulai 17 Juni tidak akan ada penerbangan ke Venezuela karena negara tersebut sedang bergulat dengan krisis ekonomi dan krisis kemanusiaan yang mengerikan.
Juru bicara Lufthansa, Andreas Bartles mengatakan, ada dua alasan maskapai menghentikan penerbangan ke Venezuela. Pertama adalah karena minimnya permintaan di kalangan pelancong. Masalah kedua adalah perusahaan kesulitan mengkonversi nilai tukar Venezuela.
Venezuela selama ini bergantung pada cadangan minyak yang besar. Rendahnya harga membuat negara tersebut kesulitan bahkan tak mampu mengimpor kebutuhan pokok masyarakat.
Krisis ekonomi Venezuela menyebabkan pemerintah harus menjatah makanan, kekurangan obat-obatan dan pengangguran massal. Dana Moneter Internasional atau International Moneter Fund (IMF) memperkirakan, angka pengangguran di Venezuela akan mencapai 21 persen pada tahun depan.
Pemerintah setempat bahkan telah mengeluarkan kebijakan pemadaman listrik bergilir sebagai bentuk penghematan. Para PNS di Venezuela juga hanya bekerja dua hari dalam seminggu untuk menghemat listrik.
Sebelumnya, Coca-Cola mengumumkan bahwa mereka telah menghentikan sementara produksi Coke dan minuman manis lainnya di Venezuela. Hal ini menyusul krisis ekonomi yang melanda negara tersebut. Selain itu, Venezuela juga dilanda krisis gula parah.
Berhentinya produksi Coca-Cola menjadi tanda krisis ekonomi dan kemanusiaan di Venezuela. Pemerintah setempat tak mampu membayar impor kebutuhan dasar penduduk seperti gula mentah, susu, telur dan tepung. Pegawai pemerintah bahkan hanya bekerja dua hari dalam sepekan untuk menghemat daya listrik.
Selain itu, Venezuela juga mengalami krisis pasokan medis yang akhirnya mempengaruhi kesehatan 30 juta rakyatnya.
Pekan lalu, perusahaan pemerintah pemasok gula di Venezuela telah menghentikan sementara produksi olahan gula. Coca-Cola ketika dikonfirmasi CNN Money memastikan perusahaannya terpengaruh krisis ekonomi dan gula dalam beberapa hari mendatang.
Produksi tebu di Venezuela merosot karena harga yang murah. Di saat bersamaan, harga produksi justru melonjak tajam karena kelangkaan pupuk. Akibatnya, banyak petani kecil memilih untuk menanam tanaman lain yang harganya dikendalikan pemerintah.
Juru bicara Coca-Cola, Kerry tressler mengatakan, bahwa perusahaan telah menawarkan pesangon kepada karyawan sampai pasokan gula kembali normal. Tressler tidak merinci berapa banyak karyawan yang terkena suspensi ini.