Belum lama ini, dunia digemparkan dengan hilangnya kapal selam wisata ekspedisi kapal Titanic yang membawa 5 orang penumpang di dalamnya. Kapal selam hilang kontak pada Minggu (18/6) lalu setelah sekitar 1 jam 45 menit menuju lokasi bangkai kapal Titanic.
Selang beberapa hari pencarian kapal tersebut, tepat pada Rabu (28/6) puing-puing bangkai kapal selam Titan ditemukan dan dapat dipastikan kelima orang penumpang tersebut meninggal dunia akibat ledakan yang dahsyat di bawah laut.
Salah satu penumpang kapal selam itu adalah Paul Henry Nargeolet yang berusia 77 tahun, adalah seorang mantan penyelam Angkatan Laut Prancis.
Melansir dari Tmcassam, Paul-Henri Nargeolet adalah pakar kehidupan bawah air yang terkenal dari Prancis. Dia juga bekerja untuk E/M Group dan RMS Titanic sebagai Director of Underwater Research.
Dia dijuluki 'MR. Titanic' karena pengetahuannya yang luas tentang kapal yang tenggelam. Dia juga melakukan lebih dari 35 penyelaman ke reruntuhan Titanic sebelum pelayaran Juni 2023 karena RMS Titanic, Inc. memiliki hak penyelamatan atas kapal tersebut.
Pekerjaan panjang dan sukses Paul Henri Nargeolet sebagai Direktur Program Penelitian Bawah Air di Pameran Premier, RMS Titanic, Inc. Selain pekerjaan ini, dia juga memiliki bisnis lain yang menghasilkan uang.
Advertisement
Kehidupan Kerja
Kehidupan kerja Nargeolet dimulai setelah dia menyelesaikan sekolah. Pada awalnya, dia adalah seorang Komandan, Sub Pilot, EOD, Kapten Kapal, Clearance Diver, dan Deep Diver di Angkatan Laut Prancis dari September 1964 hingga April 1986, jangka waktu lebih dari 20 tahun.
Setelah meninggalkan angkatan laut, Nargeolet bekerja untuk IFREMER sebagai Direktur DESM, Deep Diving Equipment, dari April 1986 hingga Januari 1996. Setelah itu, dia bekerja sebagai Direktur Eksekutif untuk Aqua+, cabang Canal+, selama delapan tahun, hingga Desember 2003.
Kekayaan bersih miliknya diperkirakan sekitar USD 1,5 miliar atau Rp22 triliun (kurs Rp 15.044). Selain karyanya sebagai ahli kelautan, Nargeolet telah berpartisipasi dalam film dokumenter Titanic: The Legend Lives On (1994) dan Deep Inside the Titanic (1999).
Dia juga menerbitkan buku Dans les profondeurs du Titanic, yang diterjemahkan dari bahasa Prancis ke bahasa Inggris sebagai In the Depths of the Titanic, tentang ekspedisinya pada tahun 2022.