Kiriman Paket Membludak Jelang Lebaran, JNE Beri Insentif untuk Para Kurir

Presiden Direktur JNE, M Feriadi Soeprapto tak menampik jumlah paket yang harus dikirim kurir paket di bulan Ramadan mengalami peningkatan. Sebagai gantinya, perusahaan memberikan insentif kepada kurir.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Kiriman Paket Membludak Jelang Lebaran, JNE Beri Insentif untuk Para Kurir
JNE. ©2019 Merdeka.com/Azzura Zurae

Pengiriman paket belanja online terus meningkat sejak awal Ramadan. Tak lain karena berbagai platform e-commerce berlomba-lomba memberikan diskon produk hingga menggratiskan biaya ongkos kirim kepada pelanggannya.

Alhasil, terjadi penumpukan barang di gudang-gudang perusahaan logistik. Pekerjaan para kurir paket ini pun menumpuk. Tak jarang mereka membawa barang dalam jumlah berlebihan hingga bisa membahayakan.

Presiden Direktur JNE, M Feriadi Soeprapto tak menampik jumlah paket yang harus dikirim kurir paket di bulan Ramadan mengalami peningkatan. Sebagai gantinya, perusahaan memberikan insentif kepada kurir.

"Biasanya kalau di kami kurir itu dapat insentif untuk mendorong produktivitasnya," kata Feriadi saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Selasa (18/4).

Insentif tersebut diberikan sesuai dengan kinerja. Besaran insentif yang diberikan sesuai dengan jumlah paket yang dikirimkan. Selain dalam bentuk kuantitas, tetapi ketepatan dan tidak adanya komplain dari pelanggan juga menjadi perhitungan.

"Jangan sampai saking ingin banyak dapat insentif, kurir membawa paket dalam jumlah banyak tapi risiko gagal tepat waktunya tinggi," kata dia.

"jadi wajarnya ini bawa berapa, rata-rata kurir bawa seabrek-abrek (sebanyak-banyaknya) tapi dia lupa ada batas waktunya. Ada komitmen pengantaran maksimal berapa," tuturnya.

Sebelumnya, sebuah akun instagram @mood.jakarta mengunggah beberapa video yang diambil dari berbagai akun TikTok, yang memperlihatkan perjuangan para kurir ekspedisi untuk mengirim paket yang overload.

"0,1 persen beli baju lebaran. 9,999,999 persen pengen paket overload ini cepet kelar." Sebuah caption dari video di mana para kurir sedang berkumpul sambil menyantap makanan, namun di belakang mereka terdapat paket yang menumpuk.

Kemudian, di video selanjutnya memperlihatkan beberapa kurir yang akan mengantarkan paket dengan sepeda motor. Terlihat muatan yang dibawa sangat banyak. Bahkan ada 1 motor yang terjatuh karena membawa banyak paket.

"Saya lelah ya Allah. Bagaimana ini ya Allah. Parah saya ditinggalin sama teman-teman ini ya Allah. Panggilkan ambulan, mang," kata salah satu kurir yang dibubuhi tawa.

Video ini pun mendapat beragam tanggapan dari netizen. Ada yang memberikan dukungan bagi para kurir, berbagi pengalaman saat menjadi kurir, dan ada juga yang menuntut agar perusahaan ekspedisi memberikan upah yang sesuai.

Rekomendasi