Jokowi heran pasar syariah kecil meski penduduk muslim RI terbesar

Jokowi heran pasar syariah kecil meski penduduk muslim RI terbesar. Presiden Joko Widodo mengatakan pasar perbankan syariah pada 2016 baru mencapai 5,3 persen terhadap seluruh aset industri perbankan nasional. Di Arab Saudi pasar sudah mencapai 51,1 persen, Malaysia 23,8 persen, Uni Emirat Arab sudah 19,6 persen.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Jokowi heran pasar syariah kecil meski penduduk muslim RI terbesar
Jokowi di Kota Malang. ©2017 merdeka.com/darmadi sasongko

Indonesia memiliki institusi keuangan syariah terbanyak di dunia. Yaitu 34 Bank Syariah, 58 Operator Takaful atau asuransi syariah, 7 Modal Ventura Syariah atau rumah gadai syariah, dan lebih dari 5.000 Lembaga Keuangan Mikro Syariah, serta memiliki 23 juta pelanggan. Presiden Joko Widodo mengatakan pasar perbankan syariah pada 2016 baru mencapai 5,3 persen terhadap seluruh aset industri perbankan nasional. Padahal, Indonesia pemilik penduduk muslim terbesar di dunia."Inilah peluang besar yang harus kita manfaatkan, jangan sampai nantinya justru dimanfaatkan oleh negara lain peluang ini," kata Presiden Jokowi seperti dikutip dari laman Setkab di Istana Negara, Jakarta.Menurut Presiden, capaian pasar perbankan syariah Indonesia itu masih berada jauh di bawah negara-negara lain. Misal di Arab Saudi sudah mencapai 51,1 persen, Malaysia 23,8 persen, Uni Emirat Arab sudah 19,6 persen.Dengan modal kekuatan populasi umat Islam terbesar di dunia, menurut Kepala Negara, sudah seharusnya dan sudah sepantasnya Indonesia menjadi terdepan, menjadi pemimpin, dan menjadi pusat keuangan syariah dunia."Harusnya seperti itu. Dan sudah sepantasnya seperti itu. Tapi ini belum kejadian," ujar Kepala Negara.Presiden Jokowi optimistis, jika industri keuangan syariah betul-betul didorong, diperkuat, dan terus kita kembangkan, maka keuangan syariah akan dapat menjadi salah satu solusi utama dalam pembiayaan pembangunan di negara kita."Baik pembangunan ekonomi umat, baik itu pembangunan infrastruktur, baik itu untuk pembangunan jalan, untuk pembangunan jembatan, untuk pembangunan pelabuhan, untuk pembangunan pembangkit listrik, maupun dalam pembiayaan-pembiayaan program pengentasan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan sosial. Bisa kita gunakan," tutur Presiden Jokowi.Untuk pembahasan kemiskinan dan menekan ketimpangan, menurut Kepala Negara, kita harus bisa memanfaatkan dana-dana sosial keagamaan, seperti dana zakat yang juga potensinya masih sangat besar sekali. Selain itu juga negara kita juga memiliki tanah wakaf, Indonesia memiliki tanah wakaf dengan total luas yang sangat besar sekali."Data yang saya dapatkan 4,3 miliar m2. Besar sekali, yang mayoritas belum dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, karena umumnya memang dijadikan untuk masjid ataupun pemakaman umum," ungkap Kepala Negara.Selain itu, wakaf tunai yang terkumpul juga baru sekitar Rp 22 miliar. Tentu saja wakaf tunai juga perlu didorong untuk lebih dikembangkan lagi, sehingga hasil-hasil yang diperoleh dari wakaf-wakaf tersebut bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan produktif, seperti pembangunan ekonomi umat, pemberdayaan UMKM, sehingga dapat dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Rekomendasi