Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) sudah tak sabar menunggu implementasi integrasi tarif Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang akan berlaku pada 29 September 2018. Sebab, kebijakan ini mampu menurunkan biaya operasional mereka.
Direktur Eksekutif Aptrindo Johannes Samsi Purba dalam Forum Merdeka Barat 9 mengatakan dengan biaya operasional lebih rendah secara langsung akan meningkatkan produktifitas para pengusaha itu sendiri.
"Jadi jelas, selama ini sebulan hanya 11-13 rit, enggak nutup. Kalau integrasi tarif ini tentu selain tarif lebih murah pasti akan lebih lancar, jadi perjalanan lebih cepat, maka sebulan bisa 18-20 rit. Jadi produktivitas meningkat," ujar dia di Gedung Kominfo, Rabu (26/9).
Selama ini para driver truk harus melalui 3 gardu tol jika melalui JORR, belum lagi setiap gardu terjadi antrean. Nantinya pasca integrasi tarif diterapkan, para driver hanya melalui satu gardu tol. Jelas ini akan mengurangi jumlah kemacetan si JORR itu sendiri.
Johanes mengaku banyak hal yang bisa dilakukan jika produktivitas meningkat, seperti membantu pihaknya dalam percepatan peremajaan kendaraan hingga meningkatkan kesejahteraan para driver itu sendiri
"Kita juga sedang membangun driving school, jadi nanti itu akan jadi tempat latihan para driver sekaligus memberikan sertifikasi kepada mereka. Ke depan driver itu semua akan punya sertifikasi. Ini untuk meningkatkan daya saing kita juga," paparnya.
Hanya saja, dia meminta kepada pemerintah untuk lebih mensosialisasikan fungsi dan tujuan integrasi tarif ini lebih masif.
Diketahui, untuk tarif yang berlaku di ruas JORR, Golongan I sebesar Rp 15 ribu, Golongan II Rp 22.500, Golongan III Rp 22.500, Golongan IV Rp 30 ribu dan Golongan V Rp 30 ribu. Untuk ruas Bintaro Vaiduct-Pondok Aren, tarif Golongan I Rp 3.000, Golongan II Rp 4.500, Golongan III Rp 4.500, Golongan IV Rp 6.000 dan Golongan V Rp 6.000.
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6.com