Ini strategi Presiden Jokowi tingkatkan kesejahteraan petani

Presiden Joko Widodo menegaskan salah satu cara meningkatkan kesejahteraan petani ialah dengan fokus pengembangan bisnis pertanian. Presiden Jokowi mengingatkan, paradigma petani bahwa keuntungan bisa diperoleh dari budidaya harus diubah. Sebab, menurutnya, keuntungan terbesar petani sejatinya pada proses agrobisnis.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Ini strategi Presiden Jokowi tingkatkan kesejahteraan petani
Jokowi dan petani. ©2014 Merdeka.com

Presiden Joko Widodo menegaskan salah satu cara meningkatkan kesejahteraan petani ialah dengan fokus pengembangan bisnis pertanian. Presiden Jokowi mengingatkan, paradigma petani bahwa keuntungan bisa diperoleh dari budidaya harus diubah. Sebab, menurutnya, keuntungan terbesar petani sejatinya ada pada proses agrobisnis. "Kita lupa bahwa petani akan mendapatkan keuntungan yang besar itu sebetulnya dari proses bisnisnya, dari proses agrobisnisnya. Bukan karena di on farmnya, bukan karena di sektor budidayanya," katanya saat membuka rapat terbatas (ratas) dengan topik mengkorporasikan petani di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (12/9).Mantan Wali Kota Solo ini mengatakan, seharusnya petani memiliki industri benih sekaligus aplikasi pemasaran hasil produksinya. Dengan demikian, pemasaran hasil produksi tidak melalui pihak lain dan harga jual tetap stabil."Setelah memiliki industri benih, aplikasi produksi, memiliki penggilingan modern, memiliki kemasan juga yang langsung berada di satu lokasi, kemasan yang modern, packaging yang modern, petani juga mestinya memiliki industri pengolahan. Pasca panen. Kalau beras misalnya ke tepung. Proses-proses bisnis, agrobisnis seperti inilah yang sebetulnya akan memberikan nilai tambah yang besar," jelasnya.Dalam ratas ini, Presiden Jokowi mengundang sejumlah kepala daerah. Seperti Gubernur Jawa Tangah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Kepada mereka, Presiden Jokowi meminta agar para petani di Pulau Jawa dilatih menjadi petani yang memahami soal agrobisnis."Mari kita ajak petani-petani kita untuk berkumpul membuat sebuah kelompok besar petani. Kalau nanti saya bicara mengkorporasikan petani, keliru. Kelihatannya mau menjadikan petani di bawah konglomerat. Bukan itu. Mereka harus membuat kelompok besar petani, mereka harus berpikir dengan manajemen modern, berpikir dengan aplikasi-aplikasi modern, dengan cara-cara pengolahan industri yang modern dan sekaligus memasarkannya kepada industri retail, memasarkannya kepada konsumen dengan online store, toko online, memasarkannya ke retail-retail dengan sebuah manajemen yang baik. Itulah yang akan menguntungkan petani," tuntasnya.

Rekomendasi