Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan keengganan Kementerian dan Lembaga (K/L) dalam menekan pagu anggaran membuat pemerintah sulit menekan rasio utangnya. Padahal, berdasarkan pengalamannya, realisasi anggaran K/L tiap tahunnya tidak pernah mencapai 100 persen.
"Your ability to spend (kemampuan belanja Anda) cuma 10, tapi mintanya 15. Bayangkan kalau setiap K/L semua nambah, anggaran kita overbudgetting dan menyebabkan defisit," ujar Sri Mulyani di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa (28/2).
Penyerapan anggaran yang tidak maksimal, lanjutnya, juga membuat utang yang sudah dicari tidak terpakai. Pada tahun lalu, dia menambahkan, defisit Indonesia mencapai 2,41 persen.
"Tahun lalu presiden menekankan bahwa banyak inefisiensi. Presiden ingin ada simplifikasi anggaran," tuturnya.