Pemerintah Inggris mengatakan tidak akan melarang impor makanan yang diproduksi di bawah standar pertanian yang lebih rendah. Langkah itu dimaksudkan agar tidak merugikan petani di negara berkembang, yang terkadang mengekspor hasil produksi di bawah standar nasional Inggris.
Kebijakan tersebut dibuat setelah adanya desakan dari Partai Buruh tentang apakah Inggris akan melarang impor daging babi AS yang diproduksi dalam kondisi yang dilarang di Inggris. Sementara itu, Menteri Perdagangan Internasional, Liz Truss menolak larangan menyeluruh, termasuk bagi negara berkembang.
"Di bawah aturan WTO, kita harus menerapkan standar yang sama untuk setiap negara yang memiliki hubungan dagang. Saya ingin memastikan, para petani Inggris tetap dapat melanjutkan standar tinggi mereka, tetapi saya juga tidak ingin melarang negara berkembang mengekspor barang mereka ke kami, meski di bawah standar pertanian kami," ujar Liz dilansir dari Bloomberg.
Prospek makanan yang diproduksi di bawah standar kesejahteraan dan kebersihan sempat menjadi perdebatan di Inggris, terlebih dalam kesepakatan perdagangan dengan AS. Dengan berpedoman pada aturan WTO, pemerintah Inggris tidak ingin kemudahan tersebut hanya untuk negara maju seperti AS, tapi juga berlaku sama untuk negara lainnya.
Sebelumnya, sebuah petisi yang diorganisir oleh Serikat Petani Nasional (NFU) menyerukan agar semua makanan yang tersedia di Inggris harus dibuat dengan standar yang tinggi, telah berhasil mengumpulkan lebih dari satu juta tanda tangan. Pemerintah mengatakan akan mempertimbangkan itu pada amandemen RUU Pertanian.
Reporter Magang : Brigitta Belia