Memasuki minggu ketiga Ramadan, sejumlah pemudik mulai memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Dari pantauan merdeka.com, rata-rata pemudik mengaku memilih berangkat lebih awal guna menghindari terjadinya lonjakan penumpang arus mudik pada saat Lebaran.
Salah satu pemudik asal Madura, Suwarso, mengaku setiap tahun memang memilih berangkat lebih awal. Selain menghindari terjadinya lonjakan penumpang, dia juga menyebut harga tiket yang dijual jauh lebih murah ketimbang mendekati Lebaran.
"Mau ke Madura. Karena sodara-sodara, juga sudah nunggu di sana. Sodara juga sudah pulang dari kemarin-kemarin. Ongkosnya jauh lebih murah," ungkapnya kepada merdeka.com saat ditemui di pelataran ruang tunggu pintu masuk Stasiun Pasar Senen, Senin (4/6).
Hal senada juga diungkapkan oleh pemudik lainnya, Muadi. Dia mengatakan, selain menghindari kemacetan pada arus mudik, keputusannya untuk memih berangkat lebih awal karena memang tiket yang dia dapatkan untuk keberangkatan hari ini.
"Karena menghindari tumpukan macet, kebetulan karena tiketnya dapetnya hari ini. Kalau naik bus ada bayi juga, soalnya enak naik kereta lebih bebas. Memang sudah setiap tahun memilih awal berangkat, karena takut macet," imbuhnya.
Sementara itu, pemudik lainnya asal Jawa Timur, Galuh Aji Saputra juga mengungkapkan hal yang sama. Dia mengaku alasannya memilih untuk berangkat lebih awal guna menghindari padatnya penumpang yang terjadi pada jelang Lebaran nanti.
"Untuk menghindari padatnya penumpang, kalau jauh jauh hari gini kan lebih enak. Kalau itu mepet banget puyeng capeknya minta ampun. Jauh lebih murah, kalau jauh-jauh hari. Rp 180.000 (tiketnya)," ujarnya.
Sebelumnya, Senior Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Edi Kuswoyo mengungkapkan saat ini memang belum terjadi lonjakan penumpang yang naik maupun turun di Stasiun Senen dan Stasiun Gambir. Dia memperkirakan lonjakan penumpang akan mulai terjadi mulai tanggal 7 Juni 2018.
"Lonjakan penumpang mulai 7 Juni," kata Edi, di Stasiun Senen.