Flynas buat rencana Merpati raup untung dari Jeddah tak mudah

Flynas hadir garap pasar penerbangan nasional ke Jeddah dengan modal tarif murah.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Flynas buat rencana Merpati raup untung dari Jeddah tak mudah
merpati . Merdeka.com/Arie Basuki

Maskapai pelat merah Merpati Nusantara Airlines saat ini tengah dirundung masalah utang menggunung mencapai Rp 7,3 triliun. Sebagai upaya penyelamatan, direksi Merpati memiliki rencana bisnis melayani penerbangan ke Jeddah untuk meraup untung menutupi beban utang.Merpati menggandeng rekan kerjasama operasi (KSO) PT Amagedon untuk mewujudkan mimpi ini. Merpati pun telah mengajukan izin ke kementerian perhubungan. Namun, rencana ini bukan tanpa hambatan.Kementerian perhubungan menyatakan, sebelum memberikan izin Merpati terbang ke Jeddah, maskapai tersebut harus menghidupkan kembali rute penerbangan dalam negerinya terlebih dahulu.Plt Kapuskom Kementerian Perhubungan Bambang Ervan mengatakan Merpati harus menghidupkan kembali air operator certificate (AOC) atau izin operasi penerbangan yang saat ini dibekukan sementara akibat krisis keuangan pada perusahaan pelat merah tersebut."Merpati sudah menemui dirjen perhubungan udara betul. Ya belum dapat izin. Jadi operasikan kembali maskapai penerbangan dengan menghidupkan AOC nya. Menjalani penerbangan dengan rute-rute yang dimiliki Merpati," ujar Bambang.Merpati, menurutnya, harus bergerak cepat. Pasalnya, jika dalam jangka waktu satu tahun Merpati tidak beroperasi maka secara otomatis surat izin usaha perusahaan (SIUP) akan mati. Merpati sendiri, sejak awal Februari sudah tidak melakukan penerbangan sama sekali, sehingga argo perhitungan ketentuan SIUP akan berjalan."Tidak beroperasi itu sama sekali tidak melakukan penerbangan. Kalau masih melakukan satu dua penerbangan ya ketentuan itu tidak berlaku," tegasnya.Permasalahan Merpati ternyata tidak berhenti sampai di situ. Merpati, jika rencana ini dikabulkan, maka harus bersiap dengan maskapai penerbangan murah asing yakni Flynas.Hadirnya Flynas sebagai kompetitor dengan penawaran harga murah jelas tidak bisa dianggap sebelah mata. Maskapai asal Arab Saudi ini pun telah menyadari potensi pasar Indonesia yang menggiurkan.Chief Executive Officer Flynas, Raja Azmi mengatakan, Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia dan hal tersebut menjadikannya pasar pertumbuhan utama bagi semua wisatawan yang akan berkunjung ke Arab Saudi."Selain itu, pemerintah Indonesia baru-baru ini aktif menyasar pasar rekreasi Arab Saudi dengan paket wisata yang menarik dan promosi yang diadakan di Kerajaan," ucap Raja Azmi saat konferensi pers di Hotel Intercontinental, Jakarta.Raja Azmi menambahkan, Jakarta adalah bagian dari program Rute Penerbangan Global Flynas yang akan memberikan jaringan rute penerbangan internasional berkualitas tinggi ke penjuru Eropa, Asia dan Afrika, namun tetap dengan biaya terjangkau.Deputy Group CEO NAS Holding, Bander Al Mohanna mengatakan Arab Saudi dan Indonesia memiliki budaya Islam yang mirip dan hubungan perdagangan yang kuat terutama di bidang energi dan sumber daya manusia. Ini ditandai dengan banyaknya orang Indonesia yang tinggal dan bekerja di Arab Saudi. Hubungan antar kedua negara selalu berlandaskan pada rasa saling menghormati dan saling menguntungkan selama beberapa dekade."Kami berharap penerbangan tanpa henti kami ke Indonesia dapat mengisi kesenjangan dalam ranah penerbangan berkualitas tinggi namun terjangkau di sepanjang rute penerbangan yang padat. Kami mengharapkan awal yang menguntungkan dari dimulainya operasional global Flynas yang ditandai peluncuran rute penerbangan langsung ke Jakarta," tuturnya.Penerbangan kelas murah atau LCC ini akan terbang tiga kali dalam seminggu yang akan dimulai April 2014. Penerbangan Jeddah ke Jakarta akan beroperasi setiap hari Senin, Selasa dan Minggu dan penerbangan Jakarta ke Jeddah setiap hari Senin, Selasa dan Rabu.

Rekomendasi