Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mendukung rencana PT Pertamina (persero) menerapkan sistem digital dalam penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM).
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengatakan, penyaluran BBM selama ini masih menggunakan sistem manual, sehingga rentan terjadi kesalahan dalam pencatatan distribusi BBM bersubsidi yang disalurkan.
"Sekarang kan nggak ada alatnya. Kan selama ini kan manual, pakai invoice manual SPBU," kata Djoko, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (14/8).
Menurut Djoko, dengan menggunakan teknologi digital pencatatan penyaluran BBM bersubsidi menjadi lebih akurat, sehingga pembayaran subsidi oleh pemerintah ke Pertamina akan lebih sesuai dengan yang disalurkan masyarakat.
"kita nggak tau kan konsumsi real masyarakat. Kalau ini kan online, kita bisa lihat mau di ujung Irian juga kita bisa tahu," ujarnya.
Djoko pun mendukung rencana Pertamina, menggunaan sistem digital menggunakan sistem digital pada kegiatan penyaluran BBM. Hal tersebut juga telah didukung oleh Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
"Kita dukung, kan ada aturannya BPH Migas dulu, soal IT," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com