Ekonom: Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin mengindikasikan tak ada perubahan ekonomi

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, pengumuman capres dan cawapres ini mempengaruhi sentimen pasar terkait dengan prospek perekonomian Indonesia dalam 5 tahun ke depan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ekonom: Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin mengindikasikan tak ada perubahan ekonomi
Jokowi-Maruf Amin. ©2018 Merdeka.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memutuskan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KM Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden untuk mendampinginya di Pilpres 2019. Hal ini diputuskan usai Presiden Jokowi dan partai koalisi melakukan pertimbangan panjang.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, pengumuman capres dan cawapres ini mempengaruhi sentimen pasar terkait dengan prospek perekonomian Indonesia dalam 5 tahun ke depan. Khusus pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, dia menilai tidak akan mengubah kebijakan ekonomi secara signifikan.

"Dengan terpilihnya pak Ma’ruf Amin sebagai cawapres Pak Jokowi, diharapkan akan mendukung solidnya koalisi Jokowi sehingga dapat meningkatkan peluang Pak Jokowi untuk melanjutkan masa jabatannya menjadi 2 periode," Ujar Josua melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat (10/8).

"Hal tersebut mengindikasikan bahwa kebijakan perekonomian diperkirakan cenderung tidak mengalami perubahan yang signifikan," sambung Josua.

Selain itu, dengan dipilihnya Ma’ruf Amin, isu politik indentitas dapat diredam sedemikian sehingga tetap menjaga stabilitas politik jelang pemilu tahun 2019. "Harapan pelaku pasar adalah bagaimana keberlanjutan dunia usaha dan stabilitas pasar keuangan dapat dipertahankan mengingat persepsi investor global cenderung positif bagi pemerintahan saat ini," jelas Josua.

Josua melanjutkan, capres dan cawapres yang menang dalam Pilpres mendatang dapat membenahi isu-isu struktural dalam perekonomian sehingga visi ekonomi Indonesia pada 2045 untuk keluar dari middle income trap dapat tercapai.

"Di samping itu pula, jika petahana menang dalam pemilu 2019 mendatang, harapan pasar adalah kebijakan reformasi struktural dapat dilanjutkan sedemikian sehingga akan memperkokoh fundamental ekonomi Indonesia dalam jangka panjang," tandasnya.

Rekomendasi