Di KAA, Jokowi dua kali sebut kita harus sejajar dengan negara maju
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo kembali menyampaikan pidatonya di acara puncak perayaan Konferensi Asia Afrika di Bandung. Dalam acara napak tilas 60 tahun KAA ini, Jokowi juga kembali menyebut kalau negara Asia dan Afrika harus sejajar dengan negara maju.
Jokowi berharap, negara negara Asia Afrika bisa saling membahu memberantas kemiskinan. Ini dilakukan untuk mengejar perekonomian negara maju.
"kita harus saling bahu membahu agar kita bisa sejajar dengan negara maju lainnya," kutipan isi pidato Jokowi di Bandung, Jumat (24/4).
Sebelumnya, pada pidato pertama pembukaan KAA ke-60, Jokowi juga menyebut hal yang sama. Menurut Jokowi, Asia dan Afrika harus menciptakan tatanan kekuatan ekonomi baru dan tidak tergantung pada lembaga keuangan dunia seperti IMF, ADB ataupun Bank Dunia.
"Ada pandangan bahwa persoalan ekonomi dunia hanya dapat diselesaikan oleh Bank Dunia, IMF, dan ADB. Itu adalah pandangan yang usang, yang perlu dibuang. Saya berpendirian, pengelolaan ekonomi dunia tidak hanya bisa diserahkan kepada tiga lembaga keuangan internasional itu, kita harus membangun tata ekonomi kekuatan baru," tegasnya.
Jokowi meminta kepada pemimpin negara Asia dan Afrika agar melakukan reformasi arsitektur dan menghilangkan dominasi beberapa negara. Jokowi menyebut dunia saat ini membutuhkan kepemimpinan kolektif. Dengan adanya kekuatan ekonomi baru, Jokowi optimis Asia dan Afrika nantinya akan sejajar dengan bangsa bangsa maju lainnya.
"Berdiri sejajar dengan bangsa bangsa maju lain. Kita bisa melakukan itu dengan membumikan pada tiga cita cita yang diperjuangkan para pendahulu kita 60 tahun lalu. Pertama kesejahteraan, kita harus mempererat kerja sama untuk menghapus kemiskinan, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan memperluas lapangan kerja. Solidaritas, kita harus maju bersama," tutupnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya