Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM), Teten Masduki menyampaikan persoalan utama UMKM di tengah kondisi pandemi covid-19. Teten menyebutkan, setidaknya ada dua persoalan utama UMKM yang harus segera diselesaikan, mengingat peran besar UMKM terhadap perekonomian dalam negeri.
"Jadi UMKM kan memang punya masalah dari dua sisi saat ini. Satu masalah pembiayaan karena permintaan turun, sehingga mereka tidak sanggup membayar cicilan dan bunganya. Oleh karena itu yang kita address adalah pembayaran," ujar Teten dalam rapat kerja bersama Komisi VI, Kamis (27/8).
Kedua, yakni terkait permintaan yang menurun. "Permintaan turun di luar biasa tergantung sektornya. Ada yang memang 80 persen, 40 persen. Pedagang di pasar rata-rata 40 persen besarnya."
Teten bahkan mengakui sejumlah stimulus yang sudah digelontorkan pemerintah belum mampu mendorong konsumsi masyarakat secara signifikan.
"Permintaan ini kan ada kaitan dengan daya beli masyarakat, meskipun sekarang misalnya di gelontorkan dana lewat program Bansos itu memang tidak terlalu pengungkit. Terbukti di kuartal kedua konsumsi masyarakat turun," beber dia.
Advertisement
Belanja Kementerian Beli Produk UMKM
Meski begitu, Teten bersyukur lantaran Presiden telah menyetujui anggaran belanja K/L untuk UMKM. Dirinya menilai belanja K/L ini merupakan market yang besar, sehingga diharapkan dapat banyak membantu kelangsungan UMKM.
"Kami sudah coba dan saya bersyukur pada bulan November tahun lalu kami sudah minta kepada Presiden agar ada prioritas dari belanja pemerintah untuk UMKM. Dan saat itu sudah disetujui dan baru bulan Februari menseskab membuat edaran kepada menteri supaya ada instruksi presiden untuk membeli produk UMK," kata dia.
"Jadi belanja kayak gitu mungkin Rp300-Rp400 triliun. Ini market yang sangat besar," sambung dia.
Saat ini, Kemenkop UKM bersama dengan LKPP tengah menggarap e-katalog UMKM. Nantinya, Kemenkop UKM akan melakukan pelatihan terhadap pelaku UMKM agar dapat on-boarding dalam e-katalog ini.
"Kami sudah kerja sama dengan LKPP. Tahun ini ada Rp 321 triliun yang bisa dibelanjakan untuk produk UMKM. Nah sekarang kami sudah dengan LKPP membuat laman khusus UMKM di e-katalog. Kami sekarang sedang melakukan pelatihan pelatihan dengan UMKM supaya bisa on boarding di e-katalog LKPP," tukas Teten.
Reporter: Pipit Ika Ramdhani
Sumber: Liputan6.com