Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Raup kredit Rp 486 T, BCA catat laba bersih 2017 tumbuh 13 persen menjadi Rp 23,3 T

Raup kredit Rp 486 T, BCA catat laba bersih 2017 tumbuh 13 persen menjadi Rp 23,3 T Analyst Meeting BCA. ©2018 Merdeka.com/Anggun P Situmorang

Merdeka.com - PT Bank Central Asia (BCA) Tbk mencatat laba bersih 2017 mencapai Rp 23,3 triliun, tumbuh 13,1 persen dibandingkan Rp 20,6 triliun pada tahun sebelumnya. Capaian laba ini, salah satunya ditopang oleh kinerja kredit yang meningkat 12,4 persen, menjadi Rp 468 triliun yang ditopang oleh pertumbuhan di seluruh segmen.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, mengatakan kredit korporasi perseroan tumbuh 14,5 persen menjadi Rp 177,3 triliun pada akhir 2017. Kredit konsumer tumbuh 12,1 persen menjadi Rp 122,8 triliun.

Pada portofolio kredit konsumer, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) meningkat 14,2 persen menjadi Rp 73,0 triliun dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) naik 10,0 persen menjadi Rp 38,3 triliun pada 2017.

Periode yang sama, outstanding kartu kredit meningkat 6,9 persen menjadi Rp 11,5 triliun. Sementara itu, kredit komersial dan UKM tumbuh 10,3 persen menjadi Rp 167,5 triliun.

Rasio kredit bermasalah (NPL) BCA terjaga pada level yang relatif rendah yaitu 1,5 persen pada akhir 2017. Total cadangan kredit yang telah dibentuk tercatat sebesar Rp 14,6 triliun, meningkat 5,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Rasio cadangan terhadap kredit bermasalah tercatat sebesar 190,726," jelas Jahja di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (8/3).

Jahja menambahkan pendapatan operasional yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya tumbuh 6,0 persen menjadi Rp 57,0 triliun. Pendapatan bunga bersih BCA meningkat 4,1 persen menjadi Rp 41,8 triliun sedangkan pendapatan operasional lainnya tumbuh 11,5 persen menjadi Rp 15,1 triliun tahun lalu.

Pencapaian tersebut sejalan dengan pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga, terutama pada dana giro dan tabungan.

"Profitabilitas BCA juga didukung oleh berbagai program efisiensi serta pembentukan cadangan kredit bermasalah yang lebih rendah sejalan dengan kualitas kredit yang tetap terjaga" ujarnya.

Sementara itu, BCA mempertahankan posisi likuiditas dan permodalan yang sehat. Rasio kredit terhadap pendanaan (LFR) tercatat sebesar 78,2 persen dan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 23,196.

"Pengembangan layanan payment settlement merupakan langkah strategis yang berperan dalam memperkokoh pendanaan BCA terutama dari dana giro dan tabungan (Current Account and Savings Accounts CASA)," jelas Jahja.

Pada akhir 2017, BCA meraup dana pihak ketiga mencapai Rp 581,1 triliun, meningkat 9,6 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 530,1 triliun. Dana CASA berkontribusi 76,3 persen dari total dana pihak ketiga BCA dan tercatat sebesar Rp 443,7 triliun pada akhir 2017.

Di dalam komposisi CASA, dana giro tumbuh 9,796 persen menjadi Rp 151,3 triliun dan dana tabungan naik 8,2 persen menjadi Rp 292,4 triliun.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP