BUMN: Kendaraan Listrik Tak Terkait Politik, Kita Tak Mau Sia-siakan Kesempatan

Pahala menyebut, banyak pihak dari luar negeri yang selalu mencari tahu kelemahan Indonesia. Sebab mereka tidak ingin Indonesia menjadi negara yang kuat dan menguasai industri strategis ini.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
BUMN: Kendaraan Listrik Tak Terkait Politik, Kita Tak Mau Sia-siakan Kesempatan
Pahala Nugraha Mansury. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Wakil Menteri BUMN, Pahala Mansury menegaskan proyek kendaraan listrik berbasis baterai tidak ada kaitannya manuver politik untuk Pemilihan Presiden pada tahun 2024 mendatang. Bisnis yang dibangun pemerintah saat ini murni mengambil peluang untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain kelas dunia di industri ini.

"Kalau terkait politik ini enggak ada pikiran sama sekali ke situ, kita hanya ingin kesempatan ini tak disia-siakan," ungkap Pahala dalam BUMN Media Talk berjudul EV Battery: Masa Depan Ekonomi Indonesia, secara virtual, Jakarta, Selasa (2/2).

Pahala menyebut, banyak pihak dari luar negeri yang selalu mencari tahu kelemahan Indonesia. Sebab mereka tidak ingin Indonesia menjadi negara yang kuat dan menguasai industri strategis ini.

"Negara lain ini selalu mengintip negara kuat yang berpotensi menguasai industri strategis," kata dia.

Untuk itu, dia berharap para pemangku kepentingan dan regulator untuk tetap bekerja sama dalam mendukung rencana besar yang baru saja mulai di Indonesia. Sebab dalam dunia teknologi sangat membutuhkan investasi dan kemitraan.

Hal inilah yang mendorong pemerintah untuk bekerja sama dengan perusahaan kelas dunia. Demi mewujudkan Indonesia sebagai dunia dalam industri kendaraan listrik berbasis baterai.

"Dalam dunia yang penuh teknologi dan sarat kebutuhan investasi, kemitraan ini tidak bisa dihindarkan , makanya kita bekerja sama dengan para pemain dunia," kata dia mengakhiri.

Rekomendasi