BPKN: Kerumunan di Pasar Tanah Abang Akibat Belum Maksimalnya Proses Penyesuaian
Merdeka.com - Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI), Rizal E. Halim menyampaikan, insiden kerumunan yang terjadi beberapa waktu lalu di Pasar Tanah Abang merupakan peringatan keras bagi seluruh pihak untuk betul-betul mengawasi penerapan protokol kesehatan. Sehingga jangan sampai tsunami Covid-19 yang terjadi di India juga terjadi di Indonesia.
"Karena situasi kita berbeda dengan situasi normal," ujarnya dalam acara webinar BPKN-RI bertema Potensi Permasalahan Perlindungan Konsumen Jelang Idul Fitri, Jumat (7/5).
Rizal menilai, kasus pelanggaran protokol kesehatan di pasar Tanah Abang tersebut akibat belum maksimalnya proses penyesuaian perilaku masyarakat di masa pandemi Covid-19. Termasuk dalam aktivitas berbelanja.
Padahal, saat ini sejumlah tempat usaha yang menyediakan berbagai kebutuhan sandang telah memanfaatkan layanan digitalisasi. Bahkan, pemanfaatan digitalisasi juga telah menyentuh pelaku usaha sandang berskala kecil hingga menengah.
"Seperti toko-toko di luar sana, ada juga supermarket, hingga mal bisa dilakukan pemberian secara online," terangnya.
Oleh karena itu, Rizal mengimbau agar masyarakat dapat beradaptasi dalam budaya perilaku baru menjelang Idul Fitri, seperti budaya belanja baju baru pada masa pandemi covid 19 dapat dilakukan melalui adaptasi kebiasaan baru yaitu secara online atau melalui e-commerce. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19.
"Jadi, Lebaran beli baju baru itu boleh. Tetapi tadi, kebiasaan ke satu titik dan berkerumun kita harus sesuaikan," tekannya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya