Bos BKPM sebut investasi di luar Pulau Jawa meningkat dua kali lipat

Investasi di luar Pulau Jawa juga menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Bos BKPM sebut investasi di luar Pulau Jawa meningkat dua kali lipat
Kepala BKPM Franky Sibarany. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat kenaikan proyek investasi di luar Pulau Jawa hingga dua kali lipat. Dari data yang dimiliki oleh BKPM, jumlah proyek dari realisasi investasi tahun 2015 mencapai 7.506 proyek meningkat 119 persen dari periode tahun sebelumnya sebanyak 3.421 proyek.

Kepala BKPM, Franky Sibarani mengatakan, BKPM memberikan perhatian terhadap proyek-proyek investasi di luar Pulau Jawa yang sedang dalam masa konstruksi. Tercatat 70 perusahaan di luar pulau Jawa yang sedang dalam masa konstruksi dipantau secara khusus oleh BKPM.

"Kami berencana akan meningkatkan jumlah perusahaan yang akan dipantau, sehingga program untuk mendorong proyek-proyek investasi terutama di luar Pulau Jawa ini cakupannya akan semakin luas," ujarnya melalui siaran pers, Kamis (3/3).

Data BKPM menyebut, 70 perusahaan yang sedang dalam masa konstruksi tersebut telah melakukan realisasi investasi senilai Rp 69,1 triliun. Jumlah ini setara dengan 44 persen dari realisasi yang telah dilakukan oleh 141 perusahaan yang sedang dalam masa konstruksi.

Proyek investasi di luar Pulau Jawa juga menyerap lebih banyak tenaga kerja. Tercatat serapan tenaga kerja dari 70 proyek investasi di luar Pulau Jawa tersebut mencapai 33.941 atau setara dengan 52 persen dari keseluruhan penyerapan tenaga kerja yang dilakukan.

"Beberapa proyek investasi yang di luar Jawa berada di sektor-sektor strategis seperti infrastruktur, industri smelter, pertanian dan perkebunan. Sedangkan untuk investasi di Pulau Jawa mayoritas didominasi sektor manufaktur, industri, jasa dan perdagangan," jelasnya.

Franky mengakui bahwa proyek-proyek investasi di luar Pulau Jawa membutuhkan perhatian khusus dan lebih besar dibandingkan dengan proyek-proyek di Pulau Jawa.

"Tantangannya lebih besar baik dari segi permasalahan yang dihadapi seperti sengketa lahan, ketersediaan infrastruktur, maupun dukungan pemerintah daerah. Padahal pemerintah ingin mendorong pemerataan investasi, sehingga nilai strategis dari proyek investasi di luar Jawa ini meningkat," imbuhnya.

Rekomendasi