BKPM catat Kalimantan Selatan jadi lumbung investasi China

Nilai investasi China di Kalsel tercatat sebesar USD 132,3 juta.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
BKPM catat Kalimantan Selatan jadi lumbung investasi China
China. © Chinese-Flag.org

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat China masuk dalam lima besar negara yang memiliki nilai investasi terbesar di Indonesia selama kuartal III 2015. Investasi senilai total USD 245,75 juta ini kebanyakan tersebar di luar Pulau Jawa seperti Kalimantan dan Sulawesi.Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan, Kalimantan Selatan menjadi lokasi paling diminati China untuk melakukan investasi, dengan nilai mencapai USD 132,3 juta. Lokasi kedua adalah DKI Jakarta dengan nilai investasi USD 38,4 juta dan Provinsi Sulawesi Tenggara USD 27,9 juta."Jadi masih dengan semangat Indonesia sentris mendorong investasi di luar Jawa sehingga sebaran investasi bisa dapat terdistribusikan dengan baik," ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (24/10).Sektor primer dengan proyek berbasis tanaman pangan dan perkebunan tercatat sebagai investasi terbesar dari China mencapai USD 92 juta. China juga menggarap sektor industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik dengan jumlah investasi mencapai USD 57 juta, serta industri makanan mencapai USD 41 juta.Berdasarkan data BKPM, secara kumulatif Januari-September 2015, realisasi investasi China mencapai USD 406 juta dengan jumlah proyek mencapai 705 proyek. Sementara, realisasi investasi kumulatif Januari-September 2015 mencapai Rp 400 triliun, meningkat 16,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp 342 triliun. Di mana realisasi investasi PMDN Januari-September meningkat 16,4 persen menjadi Rp 133,2 triliun, dan PMA naik 16,9 persen menjadi Rp 266,8 triliun.

Rekomendasi