Beras impor siap dikeluarkan untuk stabilisasi harga jelang Ramadan
Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan pemerintah siap menggelontorkan beras impor ke pasaran. Hal tersebut untuk mendorong penurunan harga beras jelang Ramadan.
"Kita tidak akan melakukan intervensi pasar selama masih ada beras dalam negerinya. Kalau tidak ada, kita pakai yang impor. Apa masalahnya? Emangnya itu mau disimpan-simpan," ujar Menko Darmin di Kantornya, Jakarta, Senin (19/3).
Rencana penggelontoran beras, lanjut Menko Darmin, telah dikomunikasikan dengan pihak-pihak terkait. "Saya sudah minta ke KSP (Kantor Staf Presiden) dan ke satgas. Itu adalah kewenangan Bulog, jangan digembok-gembok itu gudangnya. Kita mau menurunkan harga menjelang bulan puasa dan Lebaran," jelas Menko Darmin.
Menko Darmin menambahkan pemerintah tidak membatasi berapa jumlah beras impor yang akan digelontorkan nantinya. "Tidak perlu berapa, kita operasi pasar untuk mendorong harga turun ke arah harga normalnya," tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Moeldoko, menyikapi persoalan rencana pemerintah yang ingin mengimpor beras sebanyak 500.000 ton. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan untuk memperkuat cadangan beras nasional ke depan.
Namun, dalam perkembangannya, dikatakan Moeldoko jumlah impor yang diterima justru di bawah dari yang direncanakan. Saat ini, kata dia, kepastian beras masuk ke Indonesia pada Febuari hanya 346.000 ton.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya