Aplikasi Bank Genetic Ikan Jadi Solusi Menjaga Keanekaragaman Hayati Indonesia

Kepala Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI), Joni Hariadi memaparkan bahwa ada beberapa spesies ikan yang menarik, tapi selama ini tidak bisa dibuktikan klaim kepemilikannya. Padahal, salah satu darah spesies bisa dibandrol harga hingga Rp200 juta untuk keperluan medis.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Aplikasi Bank Genetic Ikan Jadi Solusi Menjaga Keanekaragaman Hayati Indonesia
Ikan hias. Liputan 6

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan Bank Gen Ikan Indonesia (Indonesia Fish Gene Bank) bersama Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BDRSM). Aplikasi ini dibuat agar Indonesia lebih mudah mengakui spesies ikan yang ada di maritim Indonesia sesuai dengan badan hukum.

Aplikasi Bank Genetic Ikan diluncurkan pada Jumat (7/8) dan sudah bisa diakses melalui aplikasi Android dan website. Namun, aplikasi tersebut masih berbentuk beta dan perlu melalui tahap penyempurnaan.

Kepala Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI), Joni Hariadi memaparkan bahwa ada beberapa spesies ikan yang menarik, tapi selama ini tidak bisa dibuktikan klaim kepemilikannya. Padahal, salah satu darah spesies bisa dibandrol harga hingga Rp200 juta untuk keperluan medis.

"Kita nggak punya data untuk dibagikan sebagai bukti kalau itu (spesies) milik Indonesia. Ketika ditangkap, Indonesia tidak bisa langsung klaim hal tersebut milik siapa," ujar Joni.

Database yang dimiliki oleh Aplikasi Bank Genetic Ikan ini diharapkan menjadi sebuah essential innovation untuk menjaga keanekaragaman hayati kita serta bagaimana menjamin potensi sumber daya hayati bisa berkelanjutan.

Pengumpulan Data

Adapun pengumpulan datanya memakai metode ATM (Ambil, Tiru dan Modifikasi). "Hal ini tidak bisa dilakukan sendiri, tapi dikerjakan bersama karena berbentuk seperti Wikipedia atau public participation," tutur Joni.

Sehingga, nantinya akan ada tim verifikasi yang bertugas untuk melihat spesies yang didaftarkan masyarakat, dikelompokkan genusnya, sampai akhirnya dimasukkan ke dalam daftar kekayaan sumber hayati Indonesia.

Reporter Magang: Theniarti Ailin

Rekomendasi