Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengatakan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Perubahan 2016, kementeriannya mengalami pemotongan anggaran sebesar Rp 95,3 miliar.Pemotongan tersebut terdiri dari pemotongan anggaran program koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian (KSP) sebesar Rp 94 miliar, dan pemotongan program manajemen sebesar Rp 1,3 miliar."Jadi anggaran program KSP sebesar Rp 244,1 miliar dan anggaran program manajemen sebesar Rp 147,9 miliar. Sehingga anggaran dalam RAPBN-P 2016 dari Rp 487,4 miliar menjadi Rp 392,1 miliar," kata Menko Puan dalam rapat kerja Badan Anggaran DPR RI, Jakarta, Senin (13/6).Dia menambahkan, anggaran Kemenko PMK pada APBN 2016 sebesar Rp 487,4 miliar dialokasikan untuk program KSP sebesar 69 persen. Yakni untuk pemantapan jaminan pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar, pemberdayaan masyarakat, pemantapan karakter bangsa, dan penunjang program KSP lainnya."Selain itu, juga untuk program manajemen Kemenko PMK sebesar 31 persen, yang terdiri dari gaji tunjangan pegawai operasional kantor," imbuhnya.Sementara itu, lanjut Puan, realisasi penyerapan anggaran dalam APBN 2016 sudah mencapai 10,37 persen. Sedangkan untuk belanja barang dan jasa hingga awal Juni 2016 sudah mencapai 18 persen atau setara dengan Rp 91,8 miliar."Sehingga diperkirakan pada awal Juni penyerapan sudah mencapai 28 persen," jelas Puan.
Anggaran kementerian Menko Puan kena sunat Rp 95,3 M di RAPBN-P 2016
Realisasi penyerapan anggaran dalam APBN 2016 sudah mencapai 10,37 persen.
Rekomendasi