Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo mengatakan Amerika Serikat masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar di Indonesia. Pada Januari-April 2016, nilai ekspor ke negeri Paman Sam tersebut mencapai USD 4,97 miliar.
"Sementara Jepang ada di posisi kedua dengan nilai USD 4,18 miliar dan Tiongkok sebesar USD 3,88 miliar," kata Sasmito di gedung BPS, Jakarta, Senin (16/6).
Hal tersebut dipengaruhi oleh ekspor nonmigas Indonesia pada April 2016 sebesar USD 1,34 miliar ke Amerika Serikat. Sementara ke Tiongkok dan Jepang masing-masing mencapai USD 1,04 miliar dan USD 952,4 juta.
Berbanding terbalik dengan ekspor, impor nonmigas dari Amerika Serikat justru menurun 10,56 persen, yakni hanya sebesar USD 410,8 juta. Begitu pula dengan Jepang yang juga menurun dengan nilai USD 956,2 juta.
"Untuk impor nonmigas terbesar pada April 2026 berasal dari Tiongkok sebesar USD 269,4 juta, Australia sebesar USD 64,2 juta, dan Malaysia sebesar USD 40,6 juta," pungkas dia.