Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita 2 WN Australia Pulang Kampung Usai Gagal Tangkap Buaya Berkalung Ban

Cerita 2 WN Australia Pulang Kampung Usai Gagal Tangkap Buaya Berkalung Ban Upaya Penyelamatan Buaya Berkalung Ban. Instagram/@mattwright ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Sudah lebih dari sepekan tim gabungan satgas BKSDA bersama pegiat konservasi buaya asal Australia, Matt Wright memburu buaya berkalung ban di sungai Palu. Hingga berakhirnya masa operasi tahap 1 ini, mereka masih belum berhasil menyelamatkan buaya berkalung ban tersebut.

Kemarin, pada hari Rabu (19/2) Matt harus kembali ke negara asalnya karena izin tinggal Matt dalam misi penyelamatan ini sudah selesai. Namun, hingga kembalinya Matt, buaya tersebut masih belum bisa ditangkap. Berikut informasi selengkapnya:

Ijin Tinggal sudah Habis

upaya penyelamatan buaya berkalung ban

Instagram/@mattwright 2020 Merdeka.com

Matt Wright harus kembali ke Australia lantaran izin tinggalnya di Indonesia sudah habis. Sebenarnya izin tersebut telah berakhir pada Sabtu (15/2) lalu, namun diperpanjang sampai Selasa (18/2).

Sementara itu, rekan Matt yaitu Crish Wilson yang membantunya dalam misi penyelamatan ini sudah terlebih dulu pulang ke Australia pada Sabtu lalu.

Beri Waktu Buaya Agar Tidak Stress

upaya penyelamatan buaya berkalung ban

Instagram/@mattwright 2020 Merdeka.com

Matt mengatakan, keputusannya untuk mengehntikan sementara upaya penangkapan buaya tersebut agar si buaya bisa berperilaku secara normal. Ia khawatir buaya tersebut akan stres dan berperilaku lebih agresif karena terus menerus diburu.

"Dia (buaya berkalung ban) menjadi lebih sensitif, ini tidak baik, bukan perilaku biasanya. Jadi saya pikir lebih baik memberikan waktu untuk dia pulih," kata Matt dikutip dari Liputan6 Kamis, (20/2).

Sementara itu, Matt mengatakan dirinya akan mengamati dan membuat strategi penangkapan dan berencana akan kembali lagi untuk menyelamatkan buaya berkalung ban tersebut pada Mei mendatang.

"Buaya berkalung ban adalah yang terbesar di Sungai ini dan masih sehat. Di Australia saya akan coba meneliti untuk menentukan strategi yang lebih baik," Matt menambahkan.

Tim BKSDA Berupaya Terus Menyelamatkan Buaya Ini

upaya penyelamatan buaya berkalung ban

Instagram/@mattwright 2020 Merdeka.com

Selepas kepulangan Matt ke negaranya, tim KSDA Sulteng akan tetap melakukan operasi bersama Polair Polda Sulteng serta pihak-pihak lain yang dimungkinkan untuk bergabung.

"Tanpa Matt dan Crish operasi tetap jalan, apalagi Matt telah memberi pengetahuan pada personel di sini," kata Ketua Satgas Penanganan Buaya Berkalung Ban, Haruna Hamma.

Strategi yang Digunakan Matt

upaya penyelamatan buaya berkalung ban

Instagram/@mattwright 2020 Merdeka.com

Dikabarkan pada Jumat (14/2) malam, Matt nyaris berhasil menangkap buaya yang menjadi target operasi namun kembali gagal. Bahkan pada Sabtu (15/2) lalu melalui unggahan di Instagramnya, Matt berada dalam jarak sangat dekat dengan buaya tersebut. Namun, lagi-lagi buaya itu berhasil lolos dari kejaran Matt dan tim BKSDA.

Selama misi ini berlangsung, Matt juga sudah mencoba berbagai strategi. Ia pernah memasang sebuah perangkap besar dengan menggunakan ayam sebagai umpan di spot biasa buaya tersebut menampakkan diri. Namun, target justru menjauh ke arah muara.

Matt bahkan sempat menggunakan umpan ayam dan menggunakan drone, namun tetap saja cara ini masih belum berhasil. Penggunaan umpan sebagai pancingan sepertinya bukan cara yang tepat mengingat di dalam sungai tersebut buaya mendapatkan sumber makanan yang cukup banyak.

Tim gabungan ini juga sempat menyisiri sunga pada malam hari dan menggunakan harpun untuk menangkap buaya. Meski sempat nyaris berhasil, namun cara ini kembali gagal. Penggunaan Harpun sendiri dinilai lebih efektif karena Matt bisa menentukan target dengan tepat.

Sempat Lakukan Simulasi

upaya penyelamatan buaya berkalung ban

Instagram/@mattwright 2020 Merdeka.com

Sebelum operasi penyelamatan buaya ini dimulai, Matt sempat melakukan simulasi dengan semua anggota tim. Simulasi ini dilakukan agar semua tim mengetahui apa yang harus dilakukan saat penangkapan buaya berkalung ban tersebut. Hal tersebut ia sampaikan dalam sebuah video yang ia bagikan di Instagram pribadinya.

"Kita perlu memastikan bahwa kita siap untuk tantangan ini dan bahwa semua orang tahu apa peran mereka selama penangkapan," ungkap Matt Wright dalam keterangannya videonya yang diterjemahkan.

(mdk/khu)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP