Industri Smartphone Butuh Inovasi Baterai?

Industri Smartphone Butuh Inovasi Baterai?

Indra Cahya
Oleh Indra Cahya - Reporter
Industri Smartphone Butuh Inovasi Baterai?
Baterai iPhone 6. © ifixyouri

Perlu diakui bahwa daya tahan baterai smartphone itu tak terlalu baik. Permasalahan utamanya adalah penambahan kapasitas di smartphone tidak terlalu agresif, sementara fitur canggih bermunculan sembari menguras kapasitas baterai.

Pada beberapa tahun terakhir, daya tahan baterai smartphone hanya bertahan di satu hari saja. Anda perlu mengecasnya beberapa jam untuk mendapatkan daya tahan satu hari kembali di hari berikutnya.

Penambahan kapasitas baterai sudah dilakukan oleh banyak vendor, namun jika pemakaian pengguna cukup agresif, hal ini hampir tak ada artinya.

Inovasi baterai smartphone sendiri mandek lebih dari satu dekade. Pasalnya, baterai yang digunakan adalah baterai Lithium-ion yang muncul pertama kali di tahun 1996 silam. Baterai ini masih jadi baterai yang sama hingga sekarang.

Saat ini justru, tren yang muncul adalah membawa portable charger atau kita kenal sebagai powerbank. Para produsen powerbank justru menawarkan kapasitas raksasa yang mumpuni untuk beberapa kali cas. Selain itu, terdapat juga teknologi fast charging yang menambah kekuatan arus pengecasan lewat kepala charger. Dua hal ini sebenarnya memperlihatkan bahwa nampaknya vendor smartphone belum melirik adanya inovasi di bidang baterai.

Alasan Baterai Tak Berkembang

Hal ini ingin dipecahkan oleh para ilmuwan. Melansir The Verge, mengutip Venkat Srinivasan yang merupakan direktur Pusat Kolaborasi Argonne untuk Ilmu Penyimpanan Energi, dan kebetulan juga ilmuwan teknologi baterai, ia menyebut bahwa kemajuan teknologi lebih cepat ketimbang kemajuan baterai.

Ia secara spesifik menyebut bahwa Hukum Moore telah melewati kemampuan teknologi baterai yang membuat teknologi smartphone makin canggih tapi baterai tidak.

Hukum Moore sendiri adalah sebuah pemikiran yang dicetuskan Gordon Moore, salah satu pendiri Intel, yang menyebut bahwa jumlah transistor per inci persegi pada sebuah sirkuit terintegrasi akan berkembang dua kali lipat tiap tahun sejak sirkuit terintegrasi ditemukan. Moore meramalkan tren ini akan berlanjut di masa depan, dan ramalannya tak salah.

Teknologi Baterai Berkembang, Tapi Tak Pesat

Sebenarnya teknologi baterai tak stagnan. Ada sedikit perbaikan, seperti di kepadatan energi secara stabil yang dilakukan dengan menyusutkan komponen internal.

Namun sudah disadari sejak lama bahwa komponen baterai tak bisa lagi disusutkan atau dibuang. Jika ini dilakukan, musibah bisa terjadi. Contohnya ledakan.

Srinivasan menyebut bahwa para ilmuwan mencapai tahap di mana peningkatan baru dalam energi baterai akan datang dari pengganti baterai. Hal ini diasumsikan akan berjalan lebih lambat ketimbang majunya sebuah teknologi yang sudah ada.

Dengan kata lain, pengembangan teknologi baterai sudah mencapai ujungnya, dan pengganti baterai masih belum ada.

Jika pengganti itu sudah ada pun, mungkin fitur smartphone sudah jauh lebih maju lagi. Sehingga daya tahan baterai tetap satu hari saja seperti sekarang.

Rekomendasi