Mengenal rumitnya sistem keseimbangan manusia, sudah tahu?

Keseimbangan adalah hal yang sering tak terpikir oleh manusia.

Indra Cahya
Oleh Indra Cahya - Reporter
Mengenal rumitnya sistem keseimbangan manusia, sudah tahu?
Ilustrasi keseimbangan manusia. ©2016 Merdeka.com

Keseimbangan adalah hal yang sering tak terpikir oleh manusia. Tentu kita sudah biasa untuk berdiri serta berjalan-jalan tanpa banyak berpikir mengapa gravitasi tak merobohkan kita.

Padahal untuk mencapai hal ini, otak kita melakukan kerja yang sangat rumit, di mana banyak sekali organ dan sistem di dalam tubuh yang membuat hal tersebut terjadi. Tentu jika ada satu hal saja yang tidak beres, keseimbangan yang selalu luput dari pemikiran kita tersebut akan jadi korbannya.

Apa saja yang mempengaruhi keseimbangan manusia dan apa saja organ yang terlibat di dalamnya? Berikut adalah beberapa fakta tentang keseimbangan.

Telinga adalah organ penting bagi keseimbangan

Anda tak hanya butuh telinga untuk mendengar; karena telinga berperan penting agar Anda tetap bisa seimbang dan tak terhuyung-huyung menghadapi gravitasi. Hal ini dikarenakan ada beberapa struktur di dalam telinga yang membentuk sistem bernama 'sistem vestibular.' Sistem ini mengirim sinyal ke otak dan membantu Anda beradaptasi ke berbagai halangan, dan mempertahankan keseimbangan Anda.

Dua buah struktur bernama utricle dan saccule, bertugas untuk mengawasi gerakan dari kepala dan mendeteksi gravitasi. Dari gerakan kepala ini, otak akan memerintahkan berbagai gerakan tertentu untuk menyeimbangkan tubuh.

tak heran jika beberapa permasalahan keseimbangan datang dari permasalahan dalam telinga. Seringkali beberapa hal yang kita lakukan ke telinga membuat sistem vestibular tak sengaja mengirim sinyal ke otak dan berpikir kita sedang butuh menyeimbangkan diri, padahal tidak. Hal ini menyebabkan kita puyeng.

Otot, sendi, dan kulit membantu keseimbangan Anda

Reseptor yang terletak di otot, sendi, ligamen, serta kulit, ternyata mampu memberi sinyal kepada otak di mana bagian-bagian tubuh tersebut berada. Sebuah 'perasaan' yang dikenal sebagai 'proprioception' ini sangat sensitif terhadap tekanan dan sensasi peregangan. Hal ini menyebabkan berbagai reseptor di tubuh mengetahui ke arah mana kepala bergerak atau bahkan pergerakan arah tubuh lain selanjutnya. Tentu sistem ini yang punya andil besar untuk meminimalisir kecelakaan saat kita jatuh.

Jadi jika seorang polisi meminta seseorang untuk menyentuh hidungnya untuk menguji seseorang tersebut mabuk atau tidak, sang polisi sedang menguji proprioception-nya. Alkohol akan mempengaruhi otak dalam mengenali letak tubuh kita.

Banyak hal yang terkait tentang gangguan keseimbangan

Ada tiga buah sistem yang memberi kita keseimbangan yang baik; yakni penglihatan, sistem vestibular serta proprioception. sayangnya, jika menua, ditambah dengan berbagai aspek seperti kekuatan otot serta fleksibilitas, membuat 'koordinasi' dari sistem tersebut makin melemah dan orang tua jadi mudah jatuh.

Selain itu, hal yang paling sering 'mengelabui' sistem keseimbangan kita adalah ketika kita duduk di kereta api dan melihat kereta lain berangkat. Namun otak Anda berpikir dan tubuh Anda akan merasa bahwa kereta Anda yang bergerak. Hal yang disebut 'vection' ini membuat badan Anda bersiap untuk kereta berangkat, padahal tidak. Hal ini bisa menyebabkan konflik dalam sistem keseimbangan di mana penglihatan dan reseptor tubuh mengalami ketidak sinkronan.

Jika Anda sering mengalami migrain, hal tersebut pun cukup terkait dengan isu keseimbangan. Penyebab hal ini terjadi karena migrain bisa memperlambat pengiriman sensor informasi dari mata, telinga, otot, yang akhirnya membuat para penderita migrain juga seringkali sempoyongan.

Namun permasalahan keseimbangan yang seringkali terjadi adalah perasaan sempoyongan yang terjadi pada orang yang terlalu lama di kapal. Hal ini biasanya hilang dalam beberapa jam atau hari. Namun jika seseorang mendiami kapan selama berbulan-bulan bahkan tahun, perasaan ini akan bertahan lebih lama. Hal ini terjadi dikarenakan metabolisme otak dan aktivitas otak telah beradaptasi di berbagai pergerakan aneh tubuh ketika di atas kapal. Kemampuan beradaptasi tersebut akan diulang lagi dalam waktu lama ketika seseorang tersebut kembali ke tanah.

Rekomendasi