Wiranto: Jenderal polisi tak netral saat jadi Pj gubernur tangkap saja

Wiranto: Jenderal polisi tak netral saat jadi Pj gubernur tangkap saja. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menjamin netralitas perwira tinggi Polri, yang ditunjuk menjadi pejabat (Pj) gubernur untuk mengisi kekosongan pimpinan pada Pilkada 2018.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Wiranto: Jenderal polisi tak netral saat jadi Pj gubernur tangkap saja
Menkopolhukam Wiranto. ©2017 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menjamin netralitas perwira tinggi Polri, yang ditunjuk menjadi pejabat (Pj) gubernur untuk mengisi kekosongan pimpinan pada Pilkada 2018.

"Iya, (jaminan netralitas) harus ada. Mereka ini sebagai misi untuk mengamankan pilkada. Itu kan tidak dianjurkan berpihak tapi justru netral. Jadi enggak usah khawatir," kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (26/1) dikutip dari Antara.

Lebih lanjut, mantan Panglima TNI ini menuturkan, para Pj gubernur dari Polri tersebut dapat diusut, jika kelak dalam kepemimpinannya menunjukkan sikap-sikap yang berpihak.

"Pejabat ini kan ada sumpahnya. Kalau memang enggak netral ya tangkap saja," tambah dia.

Penunjukan dua perwira tinggi Polri oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu, kata Menko Polhukam, sebelumnya telah dikoordinasikan dengan kementeriannya.

"Nanti juga dari Kementerian Polhukam akan ada yang dikirim sebagai Plt Gubernur. Terserah Pak Tjahjo mau ditempatkan di mana," ucap Wiranto.

Dua perwira tinggi Polri yang ditunjuk sebagai Pj gubernur adalah Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Martuani Sormin, yang akan menjabat Plt Gubernur Sumatera Utara. Selanjutnya adalah Asisten Kapolri bidang Operasi Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan, yang akan menjadi Pj Gubernur Jawa Barat.

Rekomendasi