Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Abdul Kadir Karding menanggapi santai temuan koalisi Prabowo Subianto soal potensi daftar pemilih tetap mencapai 1,6 juta. Karding menyarankan kubu Prabowo ikuti proses verifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Menurut saya kita percayakan saja ke KPU, dan memberikan data aja kalau emang ada data-data yang dianggap ganda karena terus diverifikasi dan perbaiki oleh KPU," kata Karding kepada wartawan, Jumat (14/12).
Ketua DPP PKB itu tidak percaya temuan kubu Prabowo. Menurutnya belum tentu 1,6 juta itu betul-betul ganda seperti yang dibilang Sekjen Gerindra Ahmad Muzani.
"Karena sampai sekarang KPU partai-partai dan semua yang punya kompetensi melakukan verifikasi dengan DPT itu diberi kesempatan untuk melakukan koreksi, koreksi yang terus menerus," kata Karding.
Dia percaya jika stakeholder terkait itu saling koreksi, maka bakal ditemukan angka daftar pemilih yang final.
"Sehingga nanti betul-betul ditemukan DPT yang fix, dijamin tidak ganda, dijamin semua warga negara yang sudah memiliki hak untuk memilih itu segera disampaikan secara terbuka dan transparan," ucap Karding.
Sebelumnya, Koalisi Adil dan Makmur kembali menemukan adanya potensi data pemilih ganda dalam daftar pemilih tetap (DPT). Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani bersama partai koalisi menyerahkan sebanyak 1,6 juta DPT ganda kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Data yang kami terima kami masih temukan potensi kegandaan. Ada 1.686.837 potensi ganda," katanya di kantor KPU RI, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (13/12) malam.
Dia menjelaskan, DPT ganda ditemukan dari data pemilih tetap hasil perbaikan DPTHP-1. Di mana dalam data tersebut 4 angka digit NIK masih ditutupi bintang.