Tak mau didesak-desak, PDIP tak kecewa ditinggal Ahok

PDIP memiliki mekanisme internal yang tidak bisa dilanggar dalam penentuan calon kepala daerah.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Tak mau didesak-desak, PDIP tak kecewa ditinggal Ahok
Ahok tinjau normalisasi Kali Ciliwung. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Calon Gubernur DKI Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak sabar menunggu rekomendasi dukungan dari PDIP. Alhasil, Ahok batal menggaet Djarot Saiful Hidayat sebagai cawagub pada Pilkada 2017 nanti. Apalagi, relawan TemanAhok ngotot agar Ahok maju melalui jalur independen.Anggota Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP Nasyirul Falah Amru mengatakan, partainya tak merasa kecewa dengan sikap Ahok yang maju melalui jalur independen. Menurut dia, apa yang diputuskan Ahok adalah haknya."Kita tak kecewa, tak merasa apa yang sudah dilakukan Pak Ahok ketinggalan, enggak. Kalau lihat Pak Ahok punya sikap sendiri dengan kawan Ahok, itu hak beliau," kata Falah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/3).Falah menegaskan, partainya memiliki proses dan mekanisme penjaringan calon gubernur dan calon wakil gubernur untuk maju dalam suatu wilayah. Tak terkecuali wilayah DKI Jakarta yang dianggap paling seksi bila dibandingkan dengan daerah lainnya."Jadi PDIP saat ini dari badan pemenangan pemilu lagi menjaring, menginventarisasi kandidat cagub dan cawagub dari PDiP untuk DKI Jakarta," jelas Falah.Oleh sebab itu, kata dia, Ahok tak bisa mendesak-desak kepada PDIP untuk mengeluarkan rekomendasi dukungannya. "Kalau melanggar mekanisme partai, itu harus ditegakkan. Mekanisme penjaringan cagub cawagub kita mulai dari DPC, DPD hingga DPP," terangnya.Tak menutup kemungkinan, lanjut Falah, partainya akan menarik kader-kadernya yang potensial untuk maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Walaupun toh nantinya harus bertarung melawan Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2017."Kader mumpuni ada banyak, ada Pak Ganjar, Bu Risma dan Pak Djarot sendiri. Dan kader lain yang potensial masih banyak," tandasnya.

Rekomendasi