Rini Soemarno, sosok kontroversi yang tetap jadi Menteri BUMN

Walaupun Rini Soemarno telah diakui oleh Jokowi sebagai sosok tangguh, keberadaannya menimbulkan kontroversi.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Rini Soemarno, sosok kontroversi yang tetap jadi Menteri BUMN
Rini Soemarno. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan 34 menteri yang berada dalam kabinetnya. Jokowi menamakan kabinetnya adalah Kabinet Kerja. Salah satu sosok yang mencolok dari seluruh menteri adalah Rini Soemarno.Rini termasuk salah satu tokoh yang dekat dengan Jokowi pada masa transisi kepemimpinan. Pasalnya dia menjadi Ketua Tim Transisi. Kini dia mendapatkan kepercayaan untuk menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN).Masuk dalam golongan profesional, Rini dinilai sosok yang lincah dan berpengalaman. Hal tersebut disampaikan saat pengumuman menteri di Komplek Istana Kepresidenan."Profesional, CEO, pekerja keras, ketua tim transisi, pernah jadi menteri perindutrian dan perdagangan, pekerja yang super cepat, lincah sekali," jelas Jokowi.Namun, walaupun telah diakui oleh Jokowi sebagai sosok tangguh, keberadaannya menimbulkan kontroversi. Pasalnya beberapa permasalahan korupsi diduga menjerat namanya. Bahkan relawan Jokowi-JK tidak sepakat jika Rini harus bergabung dalam kabinet kerja.Berikut merdeka.com merangkum Rini Soemarno, sosok kontroversi yang tetap jadi Menteri BUMN:

Rini diduga masuk dalam rapor merah KPK

Jokowi menginginkan kementeriannya bersih. Sehingga melaporkan calon menterinya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Hasilnya adalah delapan calon menteri dilarang untuk menjabat.Pengamat Ekonomi Ichsanuddin meminta Jokowi untuk tidak mempertahankan kandidat menteri yang masuk dalam zona merah KPK. Salah satu yang diduga masuk dalam zona tersebut adalah Rini Soemarno."Sekarang kalau dia (Rini) masuk list merah atau kuning, maka harus ada kejelasan dari Jokowi tentang Rini Soemarno. Nah yang saya dengar tetap dipertahankan," ujarnya, Jumat (24/10).Menurutnya, daftar yang diberikan KPK kepada Rini lantaran dinilai lebih berperan terhadap korupsi konstitusi. Untuk itu dirinya berharap Jokowi-JK dapat mewujudkan kabinet Trisakti, yakni berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, harus didukung kabinet yang bersih."Kebijakan dia (Rini) selama era Megawati itu memuluskan neoliberalisme," tutup Ichsanuddin.

Rekam gelap menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan

Rini Soemarno termasuk dalam Kabinet Gotong Royong pada masa kepemimpinan Megawati Soekarnoputri. Pada saat itu dia diduga terlibat sejumlah kasus. Salah satunya kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).Mantan Ketua Tim Transisi Jokowi-JK ini juga tercatat pernah 'digarap' penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, terkait kasus dugaan korupsi penjualan aset pabrik gula Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).Tidak hanya itu, Rini juga pernah diperiksa oleh Panitia Kerja (Panja) Komisi I DPR terkait proses imbal dagang pesawat jet tempur Sukhoi, helikopter dan peralatan militer Rusia. Ditengarai, dalam proses imbal dagang itu telah terjadi kerugian negara.Rini yang pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Astra Internasional itu disebut oleh DPR melakukan pelanggaran Undang-undang Pertahanan dan Undang-undang APBN. Hingga kini Rini masih belum bisa dikonfirmasi perihal dugaan-dugaan ini.

Ditolak relawan Jokowi-JK untuk jadi menteri

Ratusan demonstran yang mengatasnamakan 'Relawan Penyelamat Jokowi-JK' melakukan aksi di depan Istana Kepresidenan. Dalam aksinya mereka menyampaikan beberapa tuntutan, yang salah satunya menolak Rini Soemarno masuk dalam kabinet Jokowi-JK."Tolak calon menteri yang masuk daftar merah KPK, yaitu Rini Soemarno," kata koordinator aksi, Semmy M dalam orasinya di depan Istana, Jakarta, Sabtu (25/10).Semmy juga meminta Jokowi-JK untuk menolak kabinet yang koruptif dan neolib. Maka dari itu, dia menegaskan akan terus mendukung pemerintahan Jokowi-JK untuk membersihkan pemerintahannya dari calon yang mendapat rekomendasi buruk dari KPK dan PPATK."Mari kawan-kawan kita dukung pemerintahan Jokowi-JK, kami yang tergabung dalam relawan Jokowi-JK mendukung penyerahan 43 nama calon menteri ke KPK," tegas dia.

Rini diduga titipan Megawati Soekarnoputri

Rini Soemarno digadang menjadi menteri BUMN di kabinet Jokowi-JK. Belum benar menjadi menteri, Rini sudah mendapat banyak kecaman dari sejumlah pihak. Dia bahkan dikabarkan tidak direkomendasikan oleh KPK untuk menjadi menteri. Namun namanya terus berada dalam daftar kabinet Jokowi. Siapa sosok Rini Soemarno, orang kuat berada di lingkaran Istana?Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengatakan, bukan rahasia umum jika Rini adalah orang dekat Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Namun Bambang enggan berpolemik jika Rini yang kuat di kabinet Jokowi adalah titipan Megawati."Semua orang tahu kalau Rini sangat dekat sekali dengan Ibu Mega. Coba cek dalam setiap acara Ibu Mega, pasti di sebelahnya ada Rini," kata Bambang kepada merdeka.com, Minggu (26/10).Bambang menyayangkan jika Rini tetap masuk jadi menteri jika benar tidak mendapat rekomendasi dari KPK dan PPATK. Dia menilai, seleksi menteri yang menggunakan KPK dan PPATK hanya sebagai ajang pencitraan Jokowi semata."Tampaknya stabilo KPK tidak berlaku. Jadi kemungkinan Jokowi hanya basa-basi dan pencitraan saja melibatkan KPK dan PPATK. Buktinya rekomendasi KPK-PPATK atas sejumlah nama yang diduga terlibat korupsi tetap masuk dalam jajaran kabinet," jelas Bambang.Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Rini tetap diplot sebagai Menteri BUMN. Selain itu Rini juga membawa gerbong Sudirman Said yang disebut jadi Menteri ESDM.

Rekomendasi