Prabowo gandeng Sandiaga, peluang Jokowi menang diprediksi makin besar

Pangi menjelaskan, pemilih di Indonesia masih didasari pada kondisi sosiologis. Hal itu akan menjadi beban bagi Prabowo untuk meluruskan pemahaman tersebut.

Sania Mashabi
Oleh Sania Mashabi - Reporter
Prabowo gandeng Sandiaga, peluang Jokowi menang diprediksi makin besar
Jokowi dan prabowo di istana. ©2016 merdeka.com/rizky erzi andwika

Direktur eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago memprediksi bakal calon presiden (capres) Joko Widodo akan tetap menang dari kubu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Meskipun calon wakil presiden (cawapres) yang digaet Mantan Danjen Kopassus itu adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Pangi mengatakan, sosok Sandiaga dipercaya belum bisa menarik para pemilih basis Islam. Sebab, Sandiaga dan Prabowo adalah sosok nasionalis.

Sedangkan Jokowi, dia menambahkan, yang dikabarkan akan memilih mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD sebagai cawapres justru memiliki peluang menang yang lebih besar. Karena Mahfud bisa mewakili kalangan Islam terutama basis Nahdiyin.

"Peluang Pak Jokowi makin besar Pak Mahfud dianggap sebagai NU-nya sebagai negarawan yang punya jam terbang yang bagus ketimbang Sandi. Pengusaha miliader," kata Pangi dalam diskusi bertajuk 'Mengintip Isi Kantong Jokowi dan Prabowo' di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (9/8).

Lihat Prabowo Subianto di Liputan6.com

Pangi menjelaskan, pemilih di Indonesia masih didasari pada kondisi sosiologis. Hal itu akan menjadi beban bagi Prabowo untuk meluruskan pemahaman tersebut.

"Artinya makin berat lagi buat Prabowo. Apakah bisa diluruskan sentimen pemilih kita masih pemilih sosiologis," ungkapnya.

Diketahui, Prabowo akan menunjuk Sandiaga Uno sebagai cawapres di Pilpres 2019. Sedangkan Jokowi, dikabarkan telah memilih Mahfud MD sebagai cawapres. Rencananya kedua kubu ini akan segera melakukan deklarasi hari ini (9/8) juga.

Rekomendasi