Poin-Poin Penting Isi Pertemuan Prabowo Subianto dengan Media Asing

Prabowo Subianto undang media internasional ke Kertanegara. Apa saja isi pertemuan itu?

Fellyanda Suci Agiesta
Oleh Fellyanda Suci Agiesta - Reporter
Poin-Poin Penting Isi Pertemuan Prabowo Subianto dengan Media Asing
Prabowo undang media internasional ke Kertanegara. ©2019 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Capres Prabowo Subianto mengundang sejumlah media asing di Rumah Kertanegara, Senin (6/5) malam. Beberapa media yang hadir antara lain Reuters, AFP, Bloomberg dan Al Jazeera. Pertemuan ini tertutup untuk media lokal. Prabowo berbicara mengenai jalannya Pemilu 2019.

Di depan media-media asing tersebut, Prabowo menceritakan keluhannya karena merasa dicurangi dalam Pemilu 2019. Berikut keluhan-keluhan Prabowo Subianto serta tanggapan dari pihak KPU:

Dalam pertemuan dengan media asing, isu soal 'people power' ditanyakan pada Prabowo. Hal ini mengacu pada ucapan Amien Rais yang mengajak rakyat turun ke jalan untuk memprotes hasil Pemilu.

Lalu apa jawaban Prabowo? "Apa pun yang dilakukan rakyat, itu keputusan rakyat. Saya bukan diktator. Saya tidak akan memerintahkan untuk melakukan ini atau itu. Saya tidak akan memanggil orang untuk pergi ke jalan. Tetapi saya yakin mereka akan melakukannya. Karena, jika Anda lihat sejarah, rakyat Indonesia bukan kambing. Mereka tidak akan menerima begitu saja," jawab Prabowo.

Dalam pertemuan itu, Prabowo juga menyinggung soal banyaknya kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Soal tudingan banyaknya kecurangan, tim dari Prabowo sudah melaporkan kasusnya ke Bawaslu."Kali ini pelanggarannya banyak. Saya tidak bisa menerima pemilihan yang curang," kata Prabowo seperti media Singapura, Straits Times.

Prabowo kemudian menceritakan peristiwa Pemilu 2014. Saat itu juga terjadi banyak kecurangan. Namun, saat itu demi bangsa dan negara ia akhirnya rela dan menerima hasil Pemilu 2014."Kali ini, saya tidak akan menerima hasil kecurangan. Pada 2014, saya benar-benar tidak menerima dalam hati saya, tetapi untuk kebaikan negara, saya datang ke pelantikan, saya mengucapkan selamat (ke Joko Widodo), " kata Prabowo.

Prabowo juga menyoroti banyaknya salah entri dalam situng Komisi Pemilihan Umum atau KPU. Karena itu, Prabowo ingin IT KPU dilakukan audit."Apa yang kami minta adalah koreksi semua penyimpangan. Kami ingin audit IT. Semudah itu. Semua entri yang salah ini harus diperbaiki. Hanya itu yang kami minta," kata Prabowo."Permintaan kami adalah untuk koreksi penyimpangan. Ini menunjukkan komitmen untuk proses demokrasi yang benar dan adil," imbuh Prabowo.Prabowo mengatakan, audit IT KPU harus dilakukan oleh pihak ketiga yang independen. Hal itu dilakukan agar hasilnya bisa diterima oleh kedua kubu dan masuk akal.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan agar BPN Prabowo-Sandiaga Uno melaporkan data kesalahan entri data Situng KPU. "Kalau ada datanya, laporkan kepada kami. Sehingga bisa diperbaiki," kata Arief. Arief menjelaskan cara koreksi jika ada kesalahan entri data pada situng KPU. Cara koreksinya dengan merujuk pada data formulir C1."Apabila terdapat perbedaan data antara entri di Situng dengan salinan Formulir C1, akan dilakukan koreksi sesuai data yang tertulis di Salinan Formulir C1," ujar Arief.

Rekomendasi