Pidato Kebangsaan Prabowo, Kubu Jokowi Nilai Miskin Gagasan dan Tebar Pesimisme
Merdeka.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Irma Suryani Chaniago menilai Pidato Kebangsaan capres Prabowo Subianto berisi sikap pesimisme belaka. Karena isinya menihilkan prestasi Indonesia. Irma mengatakan Prabowo kalau menjadi presiden tak bakal membawa Indonesia lebih maju.
"Tak akan mampu membawa Indonesia lebih maju, kenapa? Karena pasti miskin gagasan dan cepat putus asa," kata Irma dalam keterangan tertulis, Selasa (15/1).
Ketua DPP NasDem itu mengatakan pidato Prabowo menunjukkan bekas Danjen Kopassus itu tak percaya ada hal baik di pemerintahan.
Selain itu, Irma menyebut Prabowo miskin gagasan. Karena sepanjang penyampaian program hanya menjiplak apa yang sudah dilakukan Jokowi.
"Tapi wajar juga karena selain tidak punya pengalaman juga semua program yang disampaikan rata-rata sudah dilakukan Pak Jokowi. Tidak ada yang baru," kata Irma.
Irma juga membantah beberapa tudingan yang disampaikan dalam pidato Prabowo. Pertama, kekuatan militer TNI yang dianggap lemah. Menurutnya, TNI menempati peringkat 15 di jajaran militer dunia, dan keempat di Asia.
Kedua, persoalan stok beras yang disebut Prabowo hanya bertahan tiga pekan. Hal itu kata Irma tak masuk akal karena cadangan beras bulog 1,3 juta ton atau cukup untuk enam bulan ke depan. Dia juga mengutip pernyataan ekonom Faisal Basri, bahwa harga bahan pokok terkendali dalam keadaan rupiah terpuruk.
Lebih lanjut Irma menuturkan bahwa Jokowi berpihak kepada rakyat. Dia contohkan pengambilalihan Freeport.
"Hanya Jokowi yang mampu ambil Freeport yang diserahkan mertua Prabowo," cetus Irma.
Irma juga mengomentari Prabowo yang mengaku terbuka terhadap kritik jika jadi presiden. Dia tidak yakin melihat Prabowo sempat mengancam memboikot media.
"Faktanya yang bersangkutan marah-marah saat media tidak menulis apa yang beliau kehendaki dengan memboikot media," tandasnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya