Ribuan massa pendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Imam Priyono dan Achmad Fadhli, di Pilkada Kota Yogyakarta mendatangi Kantor Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta, Senin (20/2). Ribuan massa ini menuntut agar KPU menjaga netralitasnya dalam proses penghitungan suara.Anggota Tim Pemenangan Pilkada Kota Yogyakarta dari PDIP, Fokky Ardiyanto, mengatakan demonstrasi ribuan pendukung Imam Priyono-Achmad Fadhli ini merupakan yang kedua. Sebelumnya, Minggu (19/2), massa juga menggelar aksi serupa untuk menyampaikan pelanggaran yang terjadi dalam Pilkada Kota Yogyakarta."Kami tidak percaya pada netralitas KPU. Kita menuntut agar kotak suara yang ada di KPU diamankan di kantor kepolisian. Kami meragukan keamanan kotak suara di KPU," papar Fokky, Senin (20/2).
Fokky menambahkan, ada 794 kotak suara saat ini diamankan oleh KPU di dua tempat yaitu di Kantor KPU dan gudang KPU. Penyimpanan kotak suara, lanjut Fokky, tidak menggunakan CCTV. "Kita sarankan ada yang mengawal dari tim paslon baik nomor 1 atau 2 tapi ditolak oleh KPU. Ketika kami tanya ada CCTV di ruang penyimpanan kotak suara, ternyata tidak ada. Baru dipasang setelah kami tanyakan. Kami khawatir ada tangan-tangan setan yang akan mengganggu kotak suara," terang Fokky.Fokky menambahkan, ribuan massa juga mempertanyakan banyaknya surat suara tidak sah dalam penyelenggaraan Pilkada Kota Yogyakarta. Menurut Fokky, ada sekitar 14.000 surat suara tidak sah."Kami minta semua surat suara tidak sah dibuka. Di beberapa kecamatan kami minta dibuka, oleh panitia pengawas (panwas) kecamatan sudah diizinkan. Tetapi KPPK tidak mau membuka. Ada apa ini? Kami jadi curiga," ungkap Fokky.